FLP Gelar Lomba Baca Puisi, Perlu Banyak Even agar Sastra bisa Bergairah

FLP Gelar Lomba Baca Puisi, Perlu Banyak Even agar Sastra bisa Bergairah

  Selasa, 16 February 2016 11:55
FLP FOR PONTIANAK POST BACA PUISI : Ilham membacakan puisi saat membuka lomba pembacaan puisi oleh FLP Kalbar, Minggu (14/2).

Ajang perlombaan membaca puisi menjadi bagian penting dalam perkembangan sastra. Khususnya untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman persolan dalam sebuah karya puisi. Namun ajang seperti ini dianggap masih kurang dukungan dari pemerintah.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KOMUNITAS sastra yang rutin mengadakan lomba pembacaan pusi adalah Forum Lingkar Pena (FLP) Kalbar. Pada Minggu (14/2), FLP Kalbar kembali menggelar lomba membaca puisi untuk pelajar tingkat SMP sederajat. Lomba yang diadakan di Ruang Pertemuan Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat ini diikuti oleh 38 siswa dari 14 SMP sederajat se-Kota Pontianak dan sekitarnya.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, selain memperingati milad FLP Kalbar  ke-19 yang jatuh pada tanggal 22 Februari nanti, juga untuk menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia. Dengan cara menyalurkan pengembangan bakat siswa di bidang kebahasaan dan kesusastraan khususnya dalam bentuk puisi.

"Selain itu, semoga bisa lebih memperkuat jalinan silahturahmi sesama guru dan sesama peserta lomba antar sekolah, serta menjadi sarana dalam mengenalkan sastrawan-sastrawan Indonesia," ungkap ketua panitia milad FLP Kalbar Amir Rifani.

Menurutnya tema milad yang diusung oleh FLP Kalbar kali ini adalah “Bangun Peradaban Bangsa dengan Membaca dan Menulis”. Dalam lomba masing-masing peserta harus membawakan satu puisi wajib dan satu puisi pilihan. Puisi wajib yang harus dibawakan berjudul Dialog Sampah karya Amir Rifani. Sedangkan puisi pilihan terdiri dari puisi berjudul Aku karya Chairil Anwar, Dengan Puisi Aku karya Taufiq Ismail serta Salam Negeriku karya Helvy Tiana Rosa yang juga pendiri FLP.

Adapun Juri yang menilai penampilan peserta adalah Ilham Setia yang merupakan ketua Forum Sastra Kalbar, Ocon Robiansyah Ketua FLP Pontianak serta Ria Tri Wahyuni sekretaris FLP Kalbar. Setelah semua peserta mempersembahkan penampilan terbaiknya, akhirnya juri mengumumkan pemenang lomba. Mereka diantaranya, Saurinda Annistri dari SMP N 3 Pontianak sebagai juara pertama, Risqi dari SMPIT Nurul Muhsinin Kubu Raya sebagai juara kedua, Munadiya Al Qodari dari MTs N 2 Pontianak sebagai juara ketiga. Kemudian untuk juara harapan satu atas nama Nabilah Riyanti Syahirah dari SMPN 9 Pontianak, juara harapan dua Dodi Riyanto dari SMPN 6 Pontianak dan juara harapan tiga Bunga Nurmalasari dari SMPN 5 Pontianak.

Ketua Dewan Juri yang juga Ketua Umum Forsas Kalbar Ilham Setia merasa even lomba baca puisi seperti ini masih perlu diperhatikan pemerintah. Dia menilai memang sudah ada lomba baca puisi dari tingkat SD hingga mahasiswa, namun even itu hanya bersifat sekali.

"Perlu lebih banyak lagi lomba baca puisi tingkat umum dalam rangka apapun, semoga kegiatan seperti ini makin banyak dilakukan oleh berbagai organisasi baik independen dan pemerintah khususnya," pungkasnya.**