FKPT Hadirkan Ali Fauzi Manzi dalam Dialog Terorisme

FKPT Hadirkan Ali Fauzi Manzi dalam Dialog Terorisme

  Minggu, 29 November 2015 08:17

Berita Terkait

PONTIANAK – Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar sejumlah sesi dialog. Sasaran mereka adalah kalangan pemuda dan tokoh masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan mereka dari bahaya laten terorisme.

Sesi dialog itu melibatkan sebanyak 275 pemuda dan 275 tokoh masyarakat, di Hotel Borneo Pontianak, 29 – 30 November. Bahkan hari ini (29/11) akan hadir tokoh bomber Bali yakni adik kandung Imam Samudera dan Amrozi, Ali Fauzi Manzi.

Ketua FKPT M Zeet Hamdy Assovie menjelaskan jika sosok yang mereka hadirkan ini berbeda dengan dua saudara kandungnya yang telah dieksekusi mati di Nusakambangan. Setelah tertangkap dan dipenjarakan, M Zeet mengungkapkan jika Ali Fauzi kemudian menyadari kesalahannya dan bertaubat.  “Ia menemui banyak korban bom dan menyatakan permohonan maaf, menyelesaikan studi soal kekerasan atas nama ideologi, dan kini aktif berkampanye di kalangan masyarakat, agar tidak tersesat di jalan teror. Ia akan bicara kenyataan riil di lapangan sesuai pengalamannya. Misalnya seperti bagaimana ia sebagai pemuda direkrut dan dibaiat sehingga sanggup meledakkan bom di pusat-pusat keramaian,” jelas sosok yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar tersebut.

Sosok yang karib disapa MZ ini saat menerima staf politik Kedubes Amerika Serikat, Amit Mathur di ruang kerjanya, mengatakan berdasarkan hasil penelitian, Kalbar ternyata menjadi jalur pelintasan teroris. Terbukti, menurut dia, dengan rekaman perjalanan gembong teroris yang menghancurkan Bali, yakni Dr Azahari, pernah melewati, bahkan minum di kedai kopi Kota Pontianak. Kasus lain, lanjut dia berupa pelarian teroris dari Solo hingga ke Kabupaten Melawi. Begitu pula border yang berada di enam kabupaten se-Kalbar, diakui dia, juga rawan penyelundupan bahan-bahan berbahaya sebagai material peledak seperti amoniak.

Selain Ali Fauzi Manzi, MZ mengungkapkan bahwa mereka juga akan menghadirkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Masdar F Masudi dan pakar konflik Imam Malik. Nama tersebut, menurut dia, telah mengembangkan pola yang menarik di kalangan pemuda, yakni pembelajaran konflik maupun terorisme melalui media online. “Media online adalah zamannya masa kini. Dan semakin hari semakin sering kita menyaksikan kekerasan via internet. Begitu pula dengan idiologi kekerasan yang menyesatkan,” ungkap sosok yang juga Ketua NU Kalbar tersebut.

Di hari kedua, yakni Senin (30/11), mereka akan menghadirkan imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Yakub. Pakar Islam ini, menurut dia, akan menjawab detail masalah-masalah keislaman, terutama arti dan makna jihad fisabilillah yang sering diselewengkan oknum tertentu untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. "Saya berharap warga Kalbar bisa belajar di dua forum ini. Forum ini adalah kesempatan emas bagi kita di Kalbar untuk bertanya tentang terorisme, dengan berhadapan kepada pakar maupun mantan pelaku di lapangan," pungkas MZ. (mrd)

 

Berita Terkait