Fitri Terkejut Menteri Datang ke Rumahnya

Fitri Terkejut Menteri Datang ke Rumahnya

  Sabtu, 17 September 2016 17:13

Berita Terkait

Fithriyah (19) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura terkejut saat disambangi oleh Menristekdikti Muhammad Nasir di rumahnya. Nasir memuji semangat belajar gadis penerima Beasiswa Bidikmisi yang sudah mandiri sejak belia ini.

Aristono, Pontianak

Fithriyah (19) sedang bersantai bersama sang nenek, Farida (58) di kediamannya, Gang M Arif, Jalan Tanjung Raya II Pontianak, Sabtu (17/9) siang. Tiba-tiba dia mendapat telepon dari Comdev Universitas Tanjungpura bahwa akan ada tim yang akan datang ke rumahnya untuk survei ulang para penerima Bidikmisi. Hanya saja dia bingung, ada beberapa polisi yang berjaga di gang rumahnya. “Saya kira ada kasus apa,” ujarnya.

Pintu rumahnya pun ditutup. Namun tak lama kemudian, ada beberapa tamu yang mentetuk pintu. Betapa kagetnya saat dia membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof Muhammad Nasir, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, dan Rektor Untan Thamrin Usman. “Saya kaget, tidak menyangka. Saya memang diundang untuk bersama para penerima beasiswa lainnya ke kampus untuk berdialog dengan menteri. Tetapi tidak menyangka akan ada kunjungan ini,” katanya.

Menteri menyempatkan diri untuk bertanya dengan mahasiswi Jurusan Pendidikan Dokter ini tentang kehidupan Fitri. “Saya dari kecil memang bercita-cita untuk jadi dokter. Tetapi terbentur biaya. Saya tahu ada peluang untuk Bidikmisi, saya coba ikut melalui jalur SNMPTN. Alhamdulillah lolos,” tutur peraih IPK 3,62 ini.

Sang nenek mengatakan bahwa Fitri memang sudah rajin belajar dari kanak-kanak. Farida menuturkan, Fitri adalah korban perceraian kedua orangtuanya sejak kecil. Kemudian diasuh oleh sang nenek. “Dari SD sampai kuliah selalu dapat beasiswa, dan rangking di kelas. Memang anaknya nurut kalau sama neneknya. Dia juga rajin membantu. Bantu saya jualan es dari kecil. Dia juga tidak malu dengan keadaannya,” sebut Farida. Saat ini pun, selain sibuk di kampus, Fitri juga menjadi guru les untuk mencari uang tambahan dan membantu sang nenek.

Nasir memuji semangat hidup Fitri. “Memang harus seperti itu. Jangan menjadikan kesulitan ekonomi sebagai alasan untuk tidak belajar dan berprestasi. Negara berusaha untuk hadir membantu orang-orang seperti Fitri melalui berbagai program. Salah satunya Beasiswa Bidikmisi,” ucapnya. (**)

Berita Terkait