Film Sehari Masa Persalinan

Film Sehari Masa Persalinan

  Jumat, 12 Agustus 2016 10:12
PERAN BARU: Lala Karmela dan Chicco Jerikho setelah jumpa pers film Bukaan 8 yang mulai syuting pada 13 Agustus. FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Rumah produksi Visinema Pictures tengah menyiapkan film baru. Setelah merilis film genre drama Filosofi Kopi, Surat dari Praha, dan Cahaya dari Timur: Beta Maluku, kali ini mereka menjajal film komedi yang berjudul Bukaan 8. Film yang diproduseri Angga Dwimas Sasongko, Anggia Kharisma, dan Chicco Jerikho itu berkisah tentang proses melahirkan. Salman Aristo dipilih sebagai sutradara.

Setting dibuat selama satu hari dan hanya berfokus di satu lokasi. Yakni, rumah sakit. ’’Kami sewa total dua lantai rumah sakit dengan segala risikonya. Saya percaya, lokasi yang pas memberikan nyawa pada film,’’ jelas Angga dalam konferensi pers di Filosofi Kopi, Blok M, kemarin (10/8).

Selain produser, Chicco menjadi pemeran utama bersama Lala Karmela. Mereka diceritakan sebagai pasangan suami istri yang sedang menanti proses kelahiran buah hati. Meski belum punya anak, Chicco tahu betul rasanya menjadi suami yang menunggu istrinya melahirkan.

Kebetulan, saat Angga dan Anggia menanti kelahiran anak mereka, Chicco mendampingi. Chicco menemani sejak malam hingga subuh sampai waktu si bayi akhirnya lahir. Di situ Chicco melihat banyak ekspresi Angga sebagai calon ayah. Menurut Chicco, setiap detik proses persalinan bakal membawa emosi yang berbeda-beda. ’’Bukaan 1–8 itu ada grafik emosinya,’’ tutur Chicco.

Sementara itu, Lala bertanya kepada teman-teman yang sudah melahirkan tentang rasanya kontraksi, posisi duduk, sampai posisi melahirkan. Agar ekspresi kesakitan Lala terlihat natural, Angga menyiapkan alat khusus untuk menciptakan rasa sakit yang hampir mirip rasa sakit saat kontraksi melahirkan. ’’Jadi, ekspresinya nanti enggak dibuat-buat,’’ papar Angga.

Meski hanya mengisahkan satu hari proses melahirkan, soal bujet, film tersebut disebut Anggia masuk kategori berbujet besar. Realisme yang dihadirkan itulah yang memakan paling banyak biaya. ’’Pas breakdown, wow. Paling mahal itu ya realismenya. Ini bukan film murah lah,’’ ujar Anggia yang enggan menyebutkan nominal bujet film tersebut. Syuting dimulai pada 13 Agustus mendatang dan dijadwalkan rilis pada Desember nanti. (and/c14/ayi)

Berita Terkait