Film I Leave My Heart in Lebanon-Garuda 23

Film I Leave My Heart in Lebanon-Garuda 23

  Minggu, 31 July 2016 10:27
FEDRIK TARIGAN/JAWA POS SIMBOLIS: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menyematkan topi baret kepada Rio Dewanto sebagai penanda dimulainya syuting di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat.

Berita Terkait

Angkat Kisah Pasukan Perdamaian

Angkat Kisah Pasukan Perdamaian – Sukses memproduksi film yang diadaptasi dari novel karyanya, Toba Dreams, T.B. Silalahi kembali mewujudkan proyek layar lebar. Kali ini dia membuat film yang mengangkat kehidupan tentara Indonesia yang dikirim ke luar negeri dalam misi perdamaian.

Film yang diberi judul I Leave My Heart in Lebanon-Garuda 23 itu telah melakukan syuting perdana Jumat (29/7) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Benni Setiawan (Bukan Cinta Biasa, Toba Dreams) kembali dipercaya sebagai sutradara.

Dalam konferensi pers akhir bulan lalu (21/6) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, T.B. Silalahi menceritakan bahwa ide film itu ada sejak akhir 2015. Ide tersebut dicetuskan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sama-sama memiliki latar belakang militer, T.B. pun sependapat dengan rekannya itu. Apalagi, visi yang dimiliki untuk pembuatan film tersebut adalah untuk rakyat, yakni untuk mengedukasi. 

’’Pasukan Indonesia sejak dulu selalu terlibat dalam konflik perang. Di antara negara lain, kita termasuk yang terbaik,’’ kata T.B. Silalahi di ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (29/7).

T.B. bersama timnya memilih Lebanon sebagai negara yang akan diceritakan. Dia ikut serta melakukan riset ke Lebanon yang dimulai pada Desember 2015. Dalam misi perdamaian, pasukan Garuda 23 tidak hanya memberikan pengamanan untuk daerah konflik. Tapi, juga memberikan perhatian sosial kepada masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Pembuatan film itu didukung TNI. Sebelum melakukan proses syuting, secara simbolis Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyematkan baret biru muda kepada Rio Dewanto. Suami Atiqah Hasiholan itulah yang akan memerankan Kapten Satria, tokoh utama.

Persiapan dari para pemain sudah dilakukan sekitar satu setengah bulan. Selain reading skenario, para pemain melakukan latihan fisik layaknya tentara. Rio Dewanto, Yama Carlos, dan Boris Bokir sepakat ingin total berakting. Karena itu, sejak awal, mereka pun sepakat untuk mengubah pola pikir. 

’’Kami menganggap diri kami tentara yang ingin bermain film. Bukan aktor yang akan menjadi tentara,’’ kata Yama Carlos supaya lebih mendalami peran. Selain mereka bertiga, film itu dibintangi Revalina S. Temat, Baim Wong, Dedy Mizwar, dan Tri Budiman yang akan ikut bermain. Rencananya, I Leave My Heart in Lebanon-Garuda 23 ditayangkan tahun ini. (glo/c23/jan)

Berita Terkait