Festival Saprahan, SMAN 3 Pontianak Juara

Festival Saprahan, SMAN 3 Pontianak Juara

  Kamis, 15 September 2016 21:22
FOTO-FOTO HUMAS PEMKOT PONTIANAK

Berita Terkait

Tahun Depan Wajibkan Sekolah Negeri Ikut Serta

SMA Negeri 3 Pontianak berhasil merebut juara pertama Festival Saprahan tingkat pelajar SMA/SMK se-Kota Pontianak. Disusul juara kedua, SMA Muhammadiyah 1 dan juara ketiga SMA Bawari. Festival yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak ini merupakan pertama kalinya khusus tingkat pelajar SMA/SMK di Rumah Adat Melayu, Kamis (15/9). Festival serupa memang pernah digelar sebelumnya setiap menjelang Hari Jadi Kota Pontianak tetapi pesertanya dari kalangan ibu-ibu kader PKK. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menilai, Festival Saprahan ini sudah lumayan baik meskipun pertama kalinya digelar untuk tingkat SMA/SMK. “Ke depan, seluruh SMA/SMK khususnya sekolah negeri se-Kota Pontianak diwajibkan mengikuti festival ini. Sekolah swasta juga kita ajak ikut kegiatan ini,” ujarnya

Bila perlu, lanjut Sutarmidji, setiap SMA/SMK menggelar festival serupa di sekolah masing-masing. Selanjutnya, pemenang dari lomba atau festival saprahandi sekolah diutus untuk mewakili sekolahnya dalam festival tingkat SMA/SMK se-Kota Pontianak. “Mulai tahun ini festival saprahan tingkat SMA/SMK menjadi agenda rutin tahunan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, dalam mengikuti lomba saprahan ini tidak hanya sekadar melihatnya dari sisi kompetisi antara peserta, tetapi bagaimana siswa bisa melestarikan pakaian adat, menjaga adat istiadat, mengenal makanan tradisional, mengetahui cara menyajikan makanan dan memaknai filosofi yang terkandung di dalam saprahan. “Banyak filosofi yang terkandung dalam budaya saprahan misalnya saling menghormati, kebersamaan, keramahtamahan dan lain sebagainya. Filosofi-filosofi itu sangat baik untuk membentuk karakter mereka,” jelas Sutarmidji.

Kepala Disbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid menyatakan, sebelum digelarnya festival ini, pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan pembekalan kepada guru dan pelajar SMA/SMK terkait teknis atau tata cara saprahan. “Walaupun pertama kalinya digelar tingkat pelajar tetapi antusias mereka lumayan bagus. Pesertanya 15 kelompok atau tim,” terangnya.

Maraknya makanan-makanan fast food maupun makanan dari negara asing yang mulai merambah di kalangan remaja, dinilainya perlu disikapi dengan mengenalkan makanan-makanan tradisional beserta budaya Melayu termasuk cara menyajikan makanannya. Melalui festival ini para pelajar diharapkan memahami budaya saprahan. “Jangan sampai makanan-makanan tradisional kita tergerus oleh makanan-makanan asing yang datang dari luar,” ungkap Hilfira.

Ia menyebut, untuk kriteria penilaian diantaranya menu makanan, cara penyajiannya mencakup kekompakkannya, kerapian, benar atau tidaknya menata sajian. “Ada tata caranya supaya harus tetap sopan dan tidak mengganggu tamu yang duduk bersaprah,” imbuhnya.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji menyambut baik digelarnya even ini dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak yang jatuh pada bulan Oktober mendatang. “Festival ini bagus supaya para pelajar mengetahui tata cara penyajian saprahan dan budaya Melayu Pontianak sebagai upaya pelestarian budaya sehingga tidak tenggelam ditelan zaman,” tuturnya.

Pihaknya juga akan menggelar saprahan khususnya tingkat ibu-ibu PKK se-Kota Pontianak. Pesertanya berasal dari kader-kader PKK dari 29 kelurahan. “Kita akan menggelar Festival Saprahan di Gedung Pontianak Convention Centre (PCC) pada tanggal 11 Oktober mendatang,” pungkasnya.

Saprahan dalam adat istiadat melayu berasal dari kata “saprah” yang artinya berhampar, yakni budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok yang terdiri dari enam orang dalam satu kelompoknya.

Dalam saprahan, semua hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah. Sedangkan peralatan dan perlengkapannya mencakup kain saprahan, piring makan, kobokan beserta serbet, mangkok nasi, mangkok lauk pauk, sendok nasi dan lauk serta gelas minuman.

Untuk menu hidangan diantaranya, nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas/terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya. Kemudian untuk minuman yang disajikan adalah air serbat berwarna merah. (jim)

 

 

Berita Terkait