Festival Permainan Tradisional Sita Perhatian Warga

Festival Permainan Tradisional Sita Perhatian Warga

  Senin, 3 Oktober 2016 11:47

Berita Terkait

PONTIANAK-Pagelaran Festival Permainan Anak Tradisional yang berlangsung di jalur trotoar Car Free Day-Halaman GOR Pangsuma Minggu pagi rupanya banyak menyita perhatian anak. Pantauan Pontianak Post, tak sedikit anak yang mencoba dan belajar permainan tradisional itu. Di acara tersebut, pesertanya juga diberi beragam hadiah.

 

Wahyu, salah satu warga Kota Pontianak melihat kegiatan ini positif sekali, terutama bagi anak-anak zaman sekarang yang tidak semua mengetahui beragam permainan tradisional. “Di tengah gempuran teknologi dan gencarnya game-game buatan luar negeri, momentum adakan acara ini tepat. Saya lihat tak semua anak mengenal permainan ini,” terangnya kepada Pontianak Post, Minggu pagi.

 

Permainan seperti gala hadang, congklak, lompat tali, engklek dan lomba karung kini sudah jarang dimainkan anak-anak. Anak kini justru sering bermain game di dalam aplikasi gadget. Jika permainan ini tak dilestarikan bisa-bisa generasi penerus tak mengenal permainan yang telah dimainkan oleh orang terdahulu. “Saya lihat tak semua anak dapat memainkan permainan ini. Kalau lomba karung, mungkin anak tahu, tapi permainan seperti congklak, engklek saya yakin tak semua tahu. Ini kan perlu dilestarikan,” terangnya.

Hal senada dikatakan warga Pontianak yang berada di Festival Permainan Anak Tradisional, Indri. “Sebagai pemuda, tidak semua permaian tradisional saya ketahui. Saya rasa festival permainan tradisional ini harus sering diadakan, sebagai pelestarian agar tak punah,” terangnya.

Dia pribadi sempat mencoba permainan bakiak. Saat mencoba ternyata sulit. Di permainan itu perlu kerjasama tim. “Nah, di permainan bakiak ada hal yang bisa dipelajari, yaitu rasa kebersamaan untuk mencapapai satu tujuan,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak, Amalia Atika mengatakan, permainan tradisional perlu dilestarikan. Menurut dia, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari tiap permainan tradisonal. “Permainan tradisional dapat melatih anak untuk percaya diri, sabar, sportif disaat mereka kalah dan yang penting mereka dapat belajar bersosialisasi,” ungkap anggota DPRD dengan umur termuda itu.

“Nilai-nilai yang terkandung di permainan tradisional ini harus ditanamkan pada penerus bangsa,” anjurnya.(iza)

 

 

 

Berita Terkait