Fenomena Earworm

Fenomena Earworm

  Rabu, 22 June 2016 09:30

Berita Terkait

Pada tahu nggak sih apa itu earworm? Itu lho fenomena terperangkapnya potongan musik yang dimainkan secara berulang oleh otak, meski musik tersebut udah nggak lagi dimainkan. Ibaratnya nih, kalau dalam bahasa gaul earworm biasa disebut sebagai musical imagery repetition, involuntary musical imagery dan stuck song syndrome, keren juga ya namanya, hehe. Kalau dilihat dari sisi psikologi musik, earworm sendiri dikategorikan sebagai musical hallucinations. Kalau dipikir-fpikir ada benarnya juga ya, guys! Secara tanpa disadari terkadang masih ada aja lagu yang terngiang hingga terbawa mimpi. Seperti beberapa pengalaman sobat Z di bawah ini yang sempat terserang fenomena earworm. Kira-kira apa sih yang membuat mereka kerap terngiang-ngiang?

Terjebak Kenangan Masa Lalu

Merasa terganggu dengan earworm? Rasanya nggak ada di dalam kamusnya Novian, deh! Pasalnya nih, mahasiswa IAIN Pontianak ini justru merasa sanagat enjoy meski terkadang lagu tersebut kerap terngiang di kepalanya. “Lagu Kisah Cintaku dari NOAH selalu membuat aku merasa enjoy, karena menyentuh hati dan sesuai dengan kenangan masa laluku,” tuturnya semangat. Bagi cowok berusia 20 tahun ini, kenangan nggak harus dilupakan karena sedikit banyaknya kenangan merupakan bagian hidup. “Tanpa disadari lagu ini justru ngebantu aku buat ngenang yang terjadi. Dan nggak perlu cara lain rasanya untuk membuang earworm. Karena earworm nggak pernah menjadi masalah dalam diriku,” cuapnya.

Tersentuh Lirik Lagu Favorit

Lagu Marry Your Daughter dari Brian McKnight menjadi salah satu lagu favorit Tarina Dashela. Tanpa disadari, terkadang cewek yang suka membuat kue ini terserang fenomena earworm. “Suka aja sama liriknya yang bagus banget. Nada lagunya juga slow dan enak saat didengar. Mungkin itu yang membuat aku enjoy,” tutur mahasiswi FKIP Bahasa Inggris Untan ini. Akunya, meski tak selalu kerap terngiang di telinganya, lagu Marry Your Daughter yang menceritakan tentang mencari jodoh dengan cara melamar pada sang ayah ini emang benar-benar menyentuh. Jadi nggak salah rasanya kalau terkadang mendengarkan lagu ini sering banget atau bahkan sampai hafal dan dikirain earworm,” tutupnya. (ghe)

Berita Terkait