Fenomen Telur Berdiri Pikat Wisatawan Asing

Fenomen Telur Berdiri Pikat Wisatawan Asing

  Jumat, 23 March 2018 11:00
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK – Even Kulminasi yang digelar 21-23 Maret 2018 di Tugu Khatulistiwa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir. Tidak hanya bagi warga Kalbar saja, wisatawan asing turut hadir dalam even yang digelar dua kali dalam setahun ini.

Salah satunya adalah, Ghazali, seorang wisatawan dari Kuala Lumpur, Malaysia yang sengaja datang ke kota ini guna menyaksikan fenomena alam langka tersebut. Dia datang bersama dengan 36 orang lainnya yang tergabung dalam asosiasi pensiunan guru di Malaysia. “Kita tahu kegiatan ini melalui televisi Malaysia. Dari awal-awal kita atur supaya bisa datang ke sini,” ungkap Ghazali saat berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, Kamis (22/3).

Di samping fenomena tanpa bayangan, salah satu fenomena yang menurutnya menarik adalah persitiwa berdirinya telur pada saat puncak kulmanasi yang terjadi sekira pukul 12 siang itu. Menurutnya, fenomena itu sangat unik dan tidak ditemukan di daerah lainnya. “Kita berebut-rebut untuk menegakkan telur. Di tempat lain, tidak pernah saya temukan semacam ini,” tuturnya.

Kedatangannya ke Pontianak adalah yang kedua kalinya. Dia pun berencana untuk kembali lagi ke Kota ini pada even Kulminasi selanjutnya yang akan digelar pada September 2018. 

Sementara itu, Zulkifli selaku Pj Kabid Pariwisata, Disporapar Kota Pontianak turut senang dengan hadirnya wisatawan asing yang bertandang ke Tugu Khatulistiwa. Dari segi ekonomi, even ini memberikan dampak yang cukup besar. Kunjungan wisatawan asing menurutnya menggerakan sejumlah aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata. “Adanya banyak efek yang diberikan saat digelar even pariwisata seperti ini, ada penjual makanan yang meraih untung, ada penginapan, hingga travel,” katanya.

Dia optimis tahun ini pengunjung asing lebih banyak. Meski belum memiliki data yang valid karena even kulminasi masih berjalan, namun hal itu terlihat dari jumlah pengunjung yang menurutnya lebih banyak dari tahun lalu. Bagi wisatawan asing yang berkunjung, dia memastikan mereka akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa sudah mengunjungi Tugu Khatulistiwa.

“Wisatawan yang berkunjung kami berikan sertifikat. Itu juga kami lakukan agar bisa bisa melakukan pendataan. Nanti kalau even sudah selesai baru kita bisa tahu berapa jumlah wisatawan asing yang berkunjung,” jelasnya.

Pemerintah Kota, kata dia juga optimis even kulminasi selanjutnya yang digelar September nanti akan lebih menarik perhatian. Sebab memang diakui dia, setiap tahun even kulminasi di bulan September memang dikonsep lebih meriah. “Saya yakin even selanjutnya bisa lebih meriah dan ramai pengunjungnya, baik local maupun wisatawan asing,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait