Feels Like Home in Pontianak

Feels Like Home in Pontianak

  Selasa, 23 February 2016 08:13

Berita Terkait

Siapa yang nggak tahu Budi Doremi? Anybody? Pastinya nggak ada ya, guys. Cowok yang selalu membawa ukulele saat bernyanyi ini berhasil diwawancarai oleh Tim X. Yes, We’ve got him! pada 20 Februari 2015 Budi Doremi berkesempatan hadir untuk menghibur masyarakat khususnya anak muda Pontianak dalam rangka ulang tahun SMA Negeri 3 Pontianak. Pengen tahu lebih lengkap? Simak hasil wawancara Tim X ya.By: Indry Agnesty

“Do...Doakan ku harus pergi, relakan aku disini” begitulah sepenggal lirik dari lagu Doremi yang menjadi hits dari Budi Doremi. Lagu tersebut berhasil mempopulerkan Budi Doremi sebagai salah satu penyanyi muda berbakat pada tahun 2012. Actually nih guys, ternyata hari Sabtu yang lalu bukan pertama kalinya Budi Doremi bernyanyi di Pontianak. Event tersebut merupakan kali kelima Budi berkunjung ke Pontianak. Hingga penyanyi kelahiran Serang, 31 tahun yang lalu ini udah merasakan Pontianak seperti rumahnya sendiri. Doi mengaku biasa aja kalo ditanya bagaimana kesannya terhadap kota Pontianak karena menurutnya seperti itulah hal yang dirasakan saat berkunjung ke suatu tempat yang udah dianggap seperti rumah.

Bocoran dikit nih, tiap Budi Doremi berkunjung ke Pontianak, doi selalu mampir ke salah satu cafe yang terkenal dengan live music-nya di daerah Gajahmada. Menurut Budi Doremi, cafe tersebut merupakan tempat yang menangkap banyak inspirasi yang boleh dibilang nggak jelas atau nyeleneh untuk disalurkan dalam bentuk seni. Selain itu, menurut Budi, Pontianak seperti umumnya kota-kota di Indonesia yang kekurangan kantung budaya karena Pemerintah kurang aware terhadap seniman daerah.

Kecintaan cowok yang memiliki nama lengkap Syahbudin Syukur ini nggak perlu diraguin lagi. Pada hari ulang tahun Pontianak yang lalu, doi bela-belain datang ke Pontianak dengan biayanya sendiri agar dia bisa ikut bernyanyi dalam event Melayu Asik yang diadakan di cafe tempat Budi biasa nonkrong di Pontianak.

Walaupun dibesarkan dalam budaya masyarakat Banten, tetapi cowok yang akrab disapa Budi ini mengaku jatuh cinta dengan budaya Melayu. Bahkan Budi menganalogikan bahwa budaya Melayu itu seperti seorang gadis cantik yang selalu menjaga pandangan dari laki-laki dan sering tersipu malu. That’s why how he fall in love, dear.

Sebagai bukti kecintaannya, Budi udah menulis 2 lagu yaitu “Menitip Hati” dan “Pantun Melayu Asik”. Lagu “Menitip Hati” berkisah tentang bagaimana doi akan selalu terkesan dengan masyarakat Pontianak yang selalu ramah dan welcome terhadap dirinya. Selain itu, lagu ini juga merupakan curahan hati Budi yang selalu merasa seolah-olah hatinya hanyut terbawa arus saat berdiri di tepi Sungai Kapuas. Lagu selanjutnya yang udah doi tulis yaitu lagu yang berjudul “Pantun Melayu Asik”. Lagu ini merupakan lagu untuk have fun yang berisi tentang pantun-pantun.

Pada single terbaru Budi Doremi yang berjudul “Ling-Ling Cinta yang Hilang” yang dirilis pada bulan Januari 2016, although single tersebut baru dirilis bulan lalu, honestly single tersebut udah dinyanyikan beberapa kali oleh Budi dari tahun 2015 saat berkunjung ke Pontianak. “Ling-Ling Cinta yang Hilang” bercerita tentang pengkhianatan seorang laki-laki bernama Ajay yang menyelingkuhi seorang gadis cantik bernama Ling-Ling dan bagaimana Ajay mendapatkan Ling-Ling kembali. Sejauh ini untuk tahun 2016, Budi mengaku nggak akan merilis album baru karena doi memilih untuk fokus promosi single “Ling-Ling Cinta yang Hilang”.

Last but not least, Budi Doremi juga berpesan untuk anak muda Pontianak agar nggak malu buat menunjukkan berbagai bakat yang ada di dalam diri dan agar selalu mengapresiasi karya dari seniman. Well, semoga aja dengan sambutan hangat dari masyarakat Pontianak akan membuat Budi rajin  berkunjung dan menghibur masyarakat Pontianak. Cheers!**

 

Berita foto karnaval

KARNAVAL: Masih menjadi rangkaian ulang tahun SMAN 3 Pontianak. Sudah jadi tradisi turun temurun tiap tahunnya, SMAN 3 mengadakan karnaval untuk memeriahkan pertambahan usianya. Di umurnya yang ke-49 tahun Smansa mengusung tema Karnaval “Semarak Kreativitas Anak Bangsa”. Dimana busana ini dibuat seunik mungkin. Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 hingga 09.30 dengan rute melewati Jalan W.R Supratman - Jl. A.Yani - Jl. Suprapto kemudian kembali ke Jl. W.R. Supratman.

Berita Terkait