Fasilitas Pendukung untuk Kurikulum 2013

Fasilitas Pendukung untuk Kurikulum 2013

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SEJUMLAH sekolah di Kapuas Hulu sudah menerapkan kurikulum 2013 (K-13).Untuk itu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kapuas Hulu berharap sekolah yang ditunjuk untuk menjalankan kurikulum tersebut, dapat menerapkannya dengan baik. Tentu memperhatikan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sehingga proses belajar mengajarnya berjalan dengan baik.

Kepala Seksi Kurikulum SMP,SMA,SMK Disdikpora Kapuas Hulu, Itoni menjelaskan, pada penerapan K-13 salah satu yang mesti diperhatikan para guru adalah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Pasalnya TIK sudah menjadi fasilitas pendukung dalam setiap mata pembelajaran. Tanpa TIK, maka akan banyak kendala yang dihadapi. Karena penerapan K-13 itu haruslah didukung TIK yang memadai.

“K-13 memasukan TIK ke setiap mata pembelajarannya. Untuk itu guru-guru perlu memaksimalkan TIK dalam kegiatan belajar mengajarnya,” tutur Itoni, Senin (17/10). Dikatakannya, seiring kemajuan saat ini, siswa-siswa dituntut menguasai laptop. Dalam pembelajarannya, TIK tidak lagi menjadi satu mata pelajaran sendiri di dalam K-13. Karenanya dalam K-13,siswa dituntut lebih banyak beraktifitas.

Dikatakan Itoni, dalam Kegiatan Belajar Mengarnya (KBM) guru dan murid bisa menerapkan pola diskusi atau penelitian. Dengan demikan, siswa mudah memahami mata pelajaran yang disampaikan gurunya.

“Metode pembelajaran tersebut ditentukan guru, karena mereka pasti paham bagaimana menyesuaikan proses KBM K-13 itu sendiri. Sebab, sudah ada petunjuk dari guru-gurunya,”papar dia.

Kemudian, lanjut Itoni, dalam memaksimalkan K-13 memang perlu dukungan tenaga pendidik yang liner dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Dalam artian, jika background pendidikan yang bersangkutan (guru) ekonomi, maka pelajaran yang semestinya diajarkan adalah ekonomi. Sehingga guru lebihmudah menyampaikan kepada siswanya,karena memang mengusai pelajaran itu.

“Kalau singkron kapasitas pengajar dengan mata pelajarannya tentu siswa akan lebih mudah mengerti,” tutur Itono. Dia melihat hal ini sudah diberlakukan pemerintah, semoga pendidikan kedepan semakin baik lagi. Walaupun diakuinya banyak kendala dalam menerapkan K-13, karena dihadapkan dengan berbagai masalah. Seperti listrik, sarana dan prasarana pendukung lainnya. (*)

 

 

 

Berita Terkait