Farah Dibunuh Sang Pacar

Farah Dibunuh Sang Pacar

  Minggu, 28 Agustus 2016 10:24
DITANGKAP: Tersangka pelaku pembunuhan tiba di Bandara Supadio dikawal ketat oleh anggota Kepolisian, Sabtu (27/8). Tersangka melarikan diri dan ditangkap di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Lima hari waktu yang dibutuhkan bagi kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Darma Purtra Nurdin alias Farah, pemilik salon Farah di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat. Pelaku ternyata tidak lain adalah pacarnya, Darmawansyah Putra. 

Sejak ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan beberapa bagian tubuh telah membiru, kepolisian pun melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, demi mengungkap pembunuh. Olah tempat kejadian perkara dilakukan satu hari setelah penemuan mayat transgender itu. Bahkan, 13 saksi dipanggil untuk dimintai keterangan. 

Berbekal petunjuk yang didapat di lokasi kejadian, kepolisian pun akhirnya mendapatkan identitas pelaku. Mereka mengendus jika Darmawansyah telah melarikan diri ke Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. 

Keberadaan pelaku pembunuhan yang telah diketahui itu pun membuat kerja aparat terbantu. Tiga anggota Jatanras Polresta Pontianak pun langsung berangkat ke daerah pelarian pelaku untuk menangkapnya. Tepat pada, Kamis, 25 Agustus kemarin atau lima hari setelah jasad korban ditemukan, pelaku akhirnya berhasil diringkus di rumah keluarganya. 

Setelah mendapatkan sang pelaku, kemarin (27/8) dia langsung dibawa kembali ke Pontianak menggunakan pesawat. Pukul 14.00 WIB, pelaku pun tiba di Bandar Udara Supadio Pontianak. Kedatangannya mendapat pengawalan ketat oleh aparat bersenjata. Kekasih Farah itu langsung dibawa menuju lokasi pembunuhan. 

Di salon Farah atau di tempat pelaku menghabisi nyawa pacarnya tersebut, ratusan warga pun telah menunggu. Kegeraman warga pun tampak dengan teriakan laki-laki bejat, tak berhati, lebih baik mati, dan teriakan-teriakan mereka yang memadati sekitar lokasi. 

Pelaku yang dibawa masuk ke dalam tempat kejadian perkara itu pun langsung memeragakan tahapan pembunuhan yang dilakukannya. Dari prarekontruksi yang berlangsung lebih dari satu jam itu, terungkap jika Darmawansyah nekat membunuh Farah, lantaran sakit hati tak dapat pinjaman uang dari korban. Ia kemudian nekat membunuh waria malang tersebut, untuk menguasai sejumlah harta. 

Tak jauh dari salon korban, tampak anggota keluarga yang menyaksikan kedatangan pelaku. Di antara anggota keluarga itu adalah kakak kandung korban, Siti Nurbaya. “Saya berterima kasih kepada polisi yang berhasil menangkap pelaku. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya, jika perlu dihukum mati seperti ia membunuh adik saya,” geram Siti sambil tak kuasa menahan tangis. 

Siti tak menyangka jika pelaku pembunuh adiknya itu adalah pacar Almarhum. Karena selama adiknya berhubungan dengan pelaku, diakui dia bahwa Fira tak pernah bercerita ada masalah yang terjadi di antara keduanya. “Adik saya tidak pernah cerita ada masalah, cuma pertemuan terakhir saya dengan korban sebelum 17 Agustus, sewaktu pergi belanja, saya heran dia belanja sendiri, karena biasanya sama  pacarnya,” ucapnya. 

Siti tak terima dengan perbuatan pelaku dan berulang kali meminta pelaku dihukum mati. “(Tanggal) 17 Agustus sekitar jam 11 malam (23.00 WIB, Red), adik saya telpon menanyakan bagaimana cara menggoreng ikan asin, apakah dicuci atau tidak? Setelah itu sampai dengan 19 Agustus adik saya tidak ada lagi menghubungi,” tuturnya. (adg)

 

Berita Terkait