Fara Ditemukan tak Bernyawa, Polisi Pastikan Dibunuh

Fara Ditemukan tak Bernyawa, Polisi Pastikan Dibunuh

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:17
Fara

Berita Terkait

PONTIANAK – Dharma Putra Nurdin alias Fara yang ditemukan tewas di tempat usahanya di Salon Fara, Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Aparat kepolisian memastikan jika waria tersebut telah dibunuh. 

Terungkapnya penyebab kematian sosok bertubuh putih ini, setelah jasad korban diotopsi oleh Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar. Hasil otopsi itu menyebutkan jika korban mati lemas. “Hasil otopsinya mati lemas, jadi korban ini dibunuh,” kata kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, Sabtu (20/8) di Mapolresta Pontianak. 

Andi menuturkan, diduga korban sudah meninggal dua sampai tiga hari yang lalu. “Tim sudah sejak kemarin melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Dengan hasil otopsi ini tentu sangat membantu kami untuk mengungka pembunuhan waria ini,” ucapnya. 

Kasat mengatakan jika sejauh ini mereka sudah meminta keterangan kepada lima saksi. Pihaknya masih terus mengumpulkan alat bukti, untuk mendapatkan petunjuk siapa pelaku pembunuhan pemilik salon Farah tersebut. “Dari keterangan saksi-saksi, bahwa 17 Agustus, sekitar pukul delapan sampai sembilan malam (20.00 WIB – 21.00 WIB, Red) korban masih terlihat pergi jalan-jalan,” ungkapnya. 

Seperti yang diketahui, Jumat, 19 Agustus lalu, sekitar pukul 22.30 WIB, warga di Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, dihebohkan dengan penemuan mayat di dalam salon Farah. Mayat tersebut tak lain adalah pemilik usaha salon tersebut, yakni Dharma Putra Nurdin alias Fara. Waria bertubuh putih itu diketahui tewas di atas tempat tidurnya, di mana diduga sudah tiga hari lamanya tak bernyawa. Keberadaannya baru diketahui oleh sang kakak, Siti Nurbaya, yang curiga lantaran beberapa hari tak mendapat kabar dari adiknya. Siti pun mendatangi tempat usaha adiknya. Setibanya di salon, ia pun menggedor pintu yang terkunci, namun tak ada jawaban. Ia kemudian memanggil suaminya dan meminta bantuan warga untuk mendobrak pintu. Sejurus kemudian, dia menemukan adik bungsunya sudah tak bernyawa. 

Kepala Polsek (Kapolsek) Pontianak Barat, Kompol Joko Sulistiono, membenarkan adanya penemuan mayat di salon Farah tersebut. “Korban ditemukan dalam keadaan berbaring di atas tempat tidur, memakai baju singlet putih, celana pendek, dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak dan kulit membiru,” kata Kapolsek malam setelah mengevakuasi korban. 

Joko menuturkan, penemuan mayat tersebut bermula dari tidak adanya komunikasi selama dua hari lamannya antara korban dengan kakaknya. “Si kakaknya mencoba untuk menelfon korban, namun HP-nya tidak aktif,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Mempawah itu. 

Karena merasa khawatir dengan keadaan adiknya, lanjut dia, di hari ketiga atau tepatnya pada 19 Agustus, kakak korban mendatangi tempat usaha adiknya. Namun, dia menggambarkan, lantaran kondisi salon terkunci dan saat digedor tak ada jawaban, sehingga kakak korban pulang dan memberi tahu suaminya. “Setelah pulang, kakak korban dan suaminya lalu kembali lagi ke salon, karena curiga lalu meminta bantuan warga untuk mendobrak pintu. Ketika sampai di kamar korban, sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa,” ungkapnya. 

Joko mengatakan pihaknya yang mendapat kabar penemuan itu pun langsung mendatangi TKP, untuk melakukan penyelidikan penyebab kematian korban. “Untuk penyebab kematiannya masih belum dapat diketahui karena harus jasad korban harus diotopsi. Namun kami sudah memeriksa sejumlah orang yang mungkin mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal,” terangnya. 

Dari keterangan kakak korban kepada mereka, ada sejumlah barang korban di salon yang hilang, seperti sepeda motor dan alat komunikasi. “Tentu akan kami dalami, semoga petunjuk yang ada dapat mengungkap penyebab kematian korban,” harapnya. 

Kasus penemuan mayat waria tersebut saat itu pun langsung ditangani jajaran Polsek Pontianak Barat dibantu Tim Jatanras Polresta Pontianak. Dari pantauan Pontianak Post, sejumlah orang terdekat dan yang pernah berhubungan dengan korban telah menjalani pemeriksaan di Polsek dan di Polresta. Setidaknya lebih dari tiga orang sudah dimintai keterangan. (adg)

Berita Terkait