Expo Harus Berbasis Teknologi Informasi

Expo Harus Berbasis Teknologi Informasi

  Jumat, 11 Agustus 2017 10:00
PUKUL GONG : Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya memukul gong tanda dimulainya Kalbar Expo di PCC, kemarin. (Humprov)

Berita Terkait

PONTIANAK-Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya meminta agar dalam penyelenggaraan expo Teknologi Informasi (TI) yang sudah semakin maju dan canggih dalam memberdayakan peluang investasi dan pasar di Kalbar

"Dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sudah demikian majunya, maka kita tidak akan menjadi penonton di rumah sendiri," kata Christiandy Sanjaya, saat membuka Kalbar Expo dalam rangkah Peringatan HUT Ke 72 Kemerdekaan RI, di Pontianak Convention Center, kemarin (10/8) siang. 

Ia menilai Kalbar memiliki banyak keunggulan yang bisa dimanfaatkan guna meningkatkan keunggulan dan daya saing yang ada. Hal ini juga ditunjang dari kondisi bangsa Indonesia yang memiliki potensi dan modal yang kuat untuk mensukseskan dan menerima tantangan diberlakukannya MEA.

"Wilayah yang strategis, kaya akan sumber daya alam yang kuat menjadi modal besar bagi Kalbar dan bangsa ini," ungkapnya.  

Karena itu ia menilai kreatifitas dan inovasi dalam menghasilkan produk dan jasa yang lebih bersaing akan lebih bisa menunjang eksisnya produk dan jasa dari dalam negeri.

Ia menambahkan peningkatan kualitas SDM dan pemanfaatan SDA harus terus dilakukan seoptimal mungkin dalam persaingan di pasar bebas ini.

Ia pun mengingatkan sebagai masyarakat yang dinamis, sudah selayaknya bisa melihat lebih banyak dampak positif dan proaktif mengikuti perkembangan/tren yang ada di masyarakat.

"Jangan takut menghadapi MEA, justru ini  moment memberikan peluang bagi untuk tumbuh dan berkembang. Yakinlah, harus terus meningkatkan promosi potensi unggulan daerah," ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar Syawal Bondoreso mengatakan, target investasi Kalbar tahun 2017 sebesar Rp17,1 triliun dan telah terealisasi pada semester 1 sebesar Rp 8,33 Triliun (48,71 persen).

"Kami optimis, target tahun ini akan dapat dicapai, bahkan sangat mungkin dapat melebihi target," kata Syawal Bondoreso. (mse)

Berita Terkait