Exco PSSI Sambut Positif Keinginan Pemerintah

Exco PSSI Sambut Positif Keinginan Pemerintah

  Selasa, 13 September 2016 09:30

Berita Terkait

 JAKARTA – Keinginan pemerintah agar kongres pemilihan Ketua Umum PSSI berlangsung di Jogjakarta, sepertinya bakal terpenuhi. Pasalnya, para anggota Executive Committee (Exco) PSSI memberikan signal positif untuk mengubah keputusan mereka yang sebelumnya telah menunjuk Makassar sebagai tuan rumah kongres.

“Usulan dari pemerintah akan kami pertimbangkan. Karena apapun itu, untuk membangun sepak bola tanah air lebih baik, sudah tentu kami juga harus bersinergi dengan pemerintah,” kata Tony Apriliani, salah satu anggota Exco PSSI. “Dalam waktu dekat kami akan segera melakukan pertemuan untuk membahas keinginan pemerintah ini,” tambahnya.

Hanya saja, pria asal Bandung, Jawa Barat itu menyebutkan bahwa, ada banyak pertimbangan yang harus mereka pikirkan sebelum mengubah keputusan host kongres yang rencananya berlangsung pada 17 Oktober itu. Terutama dengan segala hal yang berkaitan dengan persiapan panitia.

Misalnya, lanjut Tony, biaya akomodasi yang sudah dikeluarkan oleh panitia selama dalam masa persiapan. Di antaranya adalah biaya down payment atas pemesenan hotel di Makassar yang akan menjadi lokasi kongres. “Panitia sudah mengeluarkan uang muka untuk hotel, dan jumlahnya tidak sedikit, itu yang harus diperhatikan,” tandasnya.

Akhir pekan lalu, pemerintah lewat lewat Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyurati PSSI bahwa mereka tidak akan memberikan izin bila kongres pemilihan tersebut tidak berlangsung di Jogja. Alasan mereka, Jogja adalah kota kelahiran PSSI dan itu sesuai dengan semangat pemerintah yang ingin melakukan reformasi total tata kelola sepak bola tanah air.

Nah, menurut Tony, mereka akan mempertimbangkan permintaan pemerintah tersebut. Apalagi, dia mendengar bila pemerintah pun ikut membantu pendanaan kongres otoritas tertinggi sepak bola tanah air itu. “Keputusan yang akan kami ambil nanti tentu adalah keputusan terbaik untuk semua pihak. Lagian Jogja juga sangat dekat kok,” papar Tony.

Senanda dengan Tony, Diza Ali Rasyid, yang juga anggota Exco PSSI mengungkapkan bahwa dia tidak akan mempermasalahkan kota mana yang pantas menjadi tuan rumah kongres tersebut. Karena, bagi dia, semua kota punya andil yang besar bagi kemajuan sepak bola tanah air.”Mau di mana saja boleh, saya tidak masalah. Tapi, semua harus melalui mekanisme organisasi,” kata Diza.

Di sisi lain, pihak PSM Makassar masih menunjukan resistensi kuat atas permintaan pemerintah yang ingin memindahkan tuan rumah kongres dari Makassar ke Jogja itu. Sumirlan, Direktur PSM mengatakan bahwa, kebijakan tersebut telah merendahkan martabat masyarakat Sulawesi Selatan secara tidak langsung.

Sumirlan pun mengusulkan agar kongres tersebut lebih bagus ditunda selama satu tahun. “Seandainya saja dipaksakan untuk adanya pemindahan lokasi kongres, kami usul agar jadwal kongres dimundurkan saja ke tahun depan. Karena hanya untuk menentukan tuan rumah saja, masih diperdebatkan,” keluh Sumirlan. (ben)

Berita Terkait