Evaluasi 73 Perkebunan Sawit di Ketapang

Evaluasi 73 Perkebunan Sawit di Ketapang

  Kamis, 4 February 2016 10:10
RAPAT EVALUASI: Penjabat Bupati Ketapang Kartius saat memimpin rapat evaluasi perkebunan di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (3/2), dengan menghadirkan 73 perusahaan perkebunan. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Masuknya perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang baik, karena memberikan keuntungan bagi perusahaan, karyawan, dan dapat menambah PAD Pemerintah Kabupaten Ketapang. Di sisi lain, sering terjadi konflik atas lahan, rendahnya produktivitas kebun, kebakaran lahan, rusaknya keanekaragaman hayati, dan kemiskinan masyarakat lokal menjadi masalah yang harus diselesaikan.

Hal tersebut menjadi topik pembicaraan dalam rapat evaluasi Penjabat (Pj) Bupati Kartius SH MSi, Asisten I Setda Drs Franseda, Kepala Dinas Perkebunan Drs L Sikat Gudag, jajaran SKPD terkait, serta 73 pimpinan perusahaan perkebunan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Rabu (3/2). Pj Bupati Kartius mengatakan bahwa rapat evaluasi kinerja dan produktivitas perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang, di mana sebanyak 73 perusahaan dari jumlah tersebut diakui dia, ada perusahaan yang betul-betul berinvestasi. Mereka, menurut dia, mengembangkan investasi dengan memperluas jaringan usaha mereka serta membantu menyejahterakan karyawan dan masyarakatnya. "Ada juga perusahaan yang nakal yang tidak berpihak kepada masyarakat," aku Kartius.

Kartius memaparkan dalam sebuah buku yang berjudul Membangun Martabat Manusia, dijelaskan bagaimana sebuah perusahaan itu membangun diri agar tetap berjalan dan tidak melakukan PHK karyawan. Perusahaan, ditegaskan dia, berkewajiban menjamin kesejahteraan karyawan, dengan menjamin keamanan dan kenyaman dalam bekerja. "Tetapi demikian juga karyawan, juga berusaha bagaimana perusahaan itu tidak kolaps dan tidak bangkrut, dengan meningkatkan produktivitas kerja " jelas Kartius.

Dengan demikian, diharapkan dia, ada simbisosis mutualisme, di mana proses saling menguntungkan kedua belah pihak. Proses seperti ini yang diharapkan Kartius, dengan keberadaan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Ketapang. "Jangan jumlah perusahaan banyak, tetapi masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan," kata dia.  

Dari hasil evaluasi terhadap 73 perusahaan, dipaparkan Kartius, hanya sekitar 50 persen yang masih belum maju. Indikatornya, disebutkan dia seperti tahapan persyaratan yang belum dipenuhi serta masalah lahan yang belum selesai. Untuk itu diharapkan Kartius agar yang masih belum maju perkembangannya, akan didorong pembangunannya sesuai tahapan-tahapan berjalan. Dengan demikian, diharapkan dia, masyarakat sekitar mendapatkan imbasnya berupa kesejahteraan serta meningkatnya PAD Ketapang. 

Terkait perusahaan yang benar-benar berinvestasi dan bisa menyejahterakan masyarakat sekitarnya, ditegaskan dia bahwa Pemkab mendukung penuh keberadaannya. Tetapi diingatkan Pj Bupati terhadao perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungannya lantaran menganggap enteng Pemkab karena ada backing di Pusat, akan ditindak secara tegas. "Ketika ada permasalahan, Bupati yang disalahkan, bilang Bupati tidak mendukung, padahal mereka sendiri tidak menghargai pemerintah setempat," ungkap dia.

Belum lagi, dia menyayangkan, masih kurangnya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat untuk membantu pemerintah dalam bidang pendidikan dan pembangunan. "Kalau diundang, masih ada perusahaan yang tidak datang. Giliran berurusan dihambat saja, karena dia tidak peduli dengan kita," timpal Kartius. (afi/ser)

 

Berita Terkait