Evakuasi Buaya Berumur 23 Tahun dari Pemilik

Evakuasi Buaya Berumur 23 Tahun dari Pemilik

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:44
Ilustrasi

Berita Terkait

Tim Gusus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalimantan Barat-Kementerian LHK kembali melakukan evakuasi terhadap seekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) dari tangan pemiliknya, Selasa (9/8) pagi.

 
***

BUAYA dengan usia 23 tahun itu dipelihara oleh seorang warga bernama Royi Irvan (34) warga Kompleks Suwignyo Permai 2 Pontianak. Setelah dilakukan sosialisasi maka, hewan buas yang belum ditahui jenis kelaminnya itu diserahkan ke BKSDA Kalimantan Barat untuk dievakuasi.

"Ini membuktikan kesadaran masyarakat sudah mulai naik. Dengan upaya sosialisasi maka masyarakat memelihara satwa liar yang dilindungi secara berlahan-lahan mau menyerahkannya ke BKSDA," ujar Sustyo Iriyono, Kepala BKSDA Kalbar, kemarin.

Menurut Sustyo, oleh pemiliknya, buaya tersebut sudah dipelihara selama 22 tahun.

"Berdasarkan  keterangan dari pemelihara, Buaya muara telah dipelihara selama 22 Tahun. Menurut si pemilik buaya itu berasal dari Kecamatan Kubu. Ditemukan ketika itu masih berukuran 30 cm," terangnya.

Saat ini, Buaya muara tersebut rencananya akan dititip-rawatkan di Lembaga Konservasi Sinka Zoo - Singkawang.

"Jika memungkinkan, akan kami lepas ke habitat yang lebih aman. Jangan sampai terjadi konflik dengan masyarakat," jelasnya.

Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) merupakan jenis buaya terbesar di dunia. Dinamai demikian karena buaya ini terutama hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara).

Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Saltwater crocodile, Indo-Australian crocodile, dan Man-eater crocodile.

Nama umumnya, Man-eater "pemakan manusia", karena buaya ini terkenal pernah dan sering memangsa manusia yang memasuki wilayahnya. Buaya ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia).

Panjang tubuh buaya ini (termasuk ekor) biasanya antara 2,5 sampai 3,3 meter, namun hewan dewasa bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.

Bobotnya bisa mencapai 200 kg. Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Buaya muara dikenal sebagai buaya yang jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebarannya pun juga "terluas" di dunia.

Buaya ini aktif pada siang dan malam hari. Buaya ini memangsa siapapun yang memasuki wilayahnya. Mangsanya adalah Ikan, Amfibi, Reptilia, Burung, dan Mamalia (termasuk mamalia besar).

Buaya ini adalah salah satu dari buaya-buaya yang berbahaya bagi Manusia. Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya.

Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin). Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia. (arf)

Berita Terkait