Euforia Bona Fortuna

Euforia Bona Fortuna

  Senin, 22 Agustus 2016 09:30
LAS! FOR ZETIZEN PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Menggelar konser bukanlah sebuah perkara mudah karena diperlukan konsep dan persiapan yang matang. Apalagi jika sang musisi menginginkan konser musik yang nggak hanya nyanyi aja. Pastinya tiap musisi pengen para penonton konsernya terkesan dan mendapatkan memori yang valuable, seperti LAS! (Lost At Sea). Baru-baru ini LAS! menggelar konser yang berbeda daripada konser band lainnya. Konser bertajuk Bona Fortuna ini menyajikan konsep acara yang unik dan friendly untuk semua Wild Bornean.

Perhelatan Konser Bona Fortuna yang diselenggarakan pada 10 Juli 2016 ini merupakan konser untuk merayakan launching mini album pertama LAS! yang berjudul Bona Fortuna. Nama Bona Fortuna diambil berdasarkan bahasa Portugis yang digunakan para pelaut pada abad ke-17 saat mereka pertama kali mengunjungi Borneo (Pulau Kalimantan). Bagi mereka Borneo adalah daerah yang sangat kaya dengan segala sumber dayanya dan jalur laut menuju Borneo pun sangat lancar.

Konser Bona Fortuna memiliki konsep yang mengedepankan musik, human connection dan alam karena LAS! bosan dengan konser musisi lain yang hanya tampil buat nyanyi aja. Mereka nggak mau para Wild Bornean cuma jumpalitan nonton konser. Apalagi konser ini berlangsung saat hari keempat lebaran, jadi LAS! memiliki tantangan bagaimana para Wild Bornean mau datang ke konser mereka. Therefore, dalam konser ini LAS! menghadirkan aktivitas lain untuk mempererat rasa kebersamaan antara LAS! dan Wild Bornean.

Bona Fortuna dibuka dengan speakers session bersama tiga tokoh terkemuka yaitu Hervin (Museum Orang Utan Kalimantan Barat), Momo (ex-vocalis Captain Jack) dan Hafid (Pontianak Urban Farming). Ketiga speakers ini membahas hal-hal yang berbeda seperti Hervin yang memberikan pencerahan tentang populasi dan posisi orang utan dalam ekosistem hutan tropis. Momo berbicara tentang gaya hidup vegetarian dan bagaimana berkarya secara mandiri. Sedangkan Hafid mengulas kehidupan farming tanpa perlu bergantung pada kapitalisme dan pola hidup komunal pada anak muda. Certainly, speakers session ini berguna agar para Wild Bornean semakin open minded dan peka dengan keadaan sekitar.

Setelah speakers session, acara dilanjutkan dengan Drum Circle (bermain perkusi bersama), Workshop Sape' dari Joshua Pangalayo, Opening Act by Avery dan Performing LAS!. Nah, penampilan LAS! ini nggak hanya sendiri, para musisi Pontianak yang tergabung dalam Pontianak Various Artists (Irma Lemon Tea, Momo, Manjakani, Galih Wai Rejected, Reza & Miranda, REOT, Wing Coffternoon dan Dian Sidepony) turut berkolaborasi bersama LAS!. 

Selain itu, terdapat screening film dokumenter LAS! yang berjudul "Life on The Road." Film ini mengisahkan perjalanan LAS!  berkeliling Borneo dan mengunjungi Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun. Dalam film ini, para personel LAS! mencoba merekam keindahan tanah Borneo tetapi tanah kaya ini pun tak luput dari luka yang menganga akibat pembalakan hutan secara liar, PETI (Pertambangan Tanpa Izin) dan masifnya perkembangan kebun kelapa sawit. 

Saat berlangsungnya konser, para Wild Bornean nggak perlu takut kelaparan karena LAS! telah menyediakan banyak booth makanan yang bahan-bahannya berasal dari Bona Fortuna Land. Tentunya bahan-bahan tersebut dikembangkan secara organik dan aman untuk kesehatan. LAS! juga membuat camping ground dan free canoe agar para Wild Bornean semakin betah disana.

Overall konser yang digarap selama 2 bulan ini mendapatkan respon positif dengan hadirnya 500 Wild Bornean.   LAS! berharap dengan adanya konser Bona Fortuna para Wild Bornean dapat saling mengenal satu sama lain karena LAS! nggak pengen generasi muda menjadi generasi yang apatis. Oleh karena itu, konser yang propertinya banyak menggunakan barang recycle ini berhasil membuat para penggemarnya merasa nyaman berada di ruang lingkup yang sama saat harus melakukan hal yang sama. (ind)

Berita Terkait