Etika Perjalanan Bisnis

Etika Perjalanan Bisnis

  Senin, 1 Agustus 2016 09:26

Berita Terkait

Mendapatkan tugas ke luar kota atau luar negeri tentu menyenangkan. Apalagi jika tempat tersebut belum pernah dikunjungi. Terbayang sudah tempat-tempat menarik yang bisa didatangi. Tetapi, sabar dulu! Ada etika yang harus diperhatikan, jika itu merupakan perjalanan dinas atau bisnis yang berpengaruh pada penilaian kualitas kerja. 

Oleh : Marsita Riandini

Bagi sebagian orang mendapat perintah dari kantor untuk melakukan perjalanan bisnis ataupun perjalanan dinas bagi pegawai negeri sipil (PNS) tentu menyenangkan. Setidaknya bisa mendapatkan suasana baru. Tak melulu di ruang kerja saja. Apalagi jika kota yang dituju memiliki daya tarik tersendiri.   

Meskipun demikian, tetap ada etika yang harus diperhatikan. Perjalanan tersebut memiliki tujuan dan tanggung jawab. Demikian yang disampaikan oleh Rika Indarti, M. Psi, Psikolog kepada For Her. 

“Setiap karyawan baik di perusahaan swasta maupun pemerintahan harus siap mendapatkan perintah dalam rangka tugas kerja ke luar kota. Namanya perjalanan bisnis, ataupun perjalanan dinas tetap ada maksud dan tujuannya. Maka tujuan dari kenapa kita ditugaskan, harus benar-benar dipahami,” ucap salah satu Owner Biro Konsultasi Persona ini.

Namanya juga perjalanan dinas, tentunya ada tugas-tugas yang harus Anda laksanakan dalam perjalanan tersebut. Hal utama yang wajib Anda lakukan adalah menunaikan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Pandai-pandailah memposisikan diri Anda di tempat orang. Ini bukan hanya membicarakan diri Anda, tetapi juga instansi atau perusahaan yang diwakilkan oleh Anda. 

“Jika tujuan keberangkatan adalah rapat, bawalah data yang dibutuhkan. Jika tujuannya koordinasi, maka bawalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk itu,”kata Rika.

Di mana pun berada, sebaiknya Anda tetap menjadi perilaku. Tak hanya ketika berada di lokasi kegiatan, tetapi juga saat berangkat hingga pulang. Walau bagaimanapun, Anda membawa nama baik perusahaan atau instansi tempat Anda bekerja. 

“Ketika memanfaatkan waktu luang untuk urusan pribadi, jagalah sikap dengan tidak melakukan hal-hal yang merusak citra baik pribadi maupun perusahaan,” tuturnya. 

Ingat pula bahwa perjalanan itu dibiayai oleh perusahaan atau negara. Contoh sederhananya saat di pesawat, jika menggunakan pesawat yang menyediakan makanan, sebaiknya tidak mengambil peralatan makan yang disediakan. Demikian pula saat menginap di hotel dan sebagainya. 

“Tak hanya itu saja, jika perjalanan dinasnya itu tiga hari, pastikan tepat waktu. Jangan menambah-nambah lagi. Kecuali jika memang mendapat persetujuan dari perusahaan ataupun instansi,” ungkap Rika. 

Kegiatan yang dilakukan bisa saja melibatkan banyak orang, atau bahkan perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia. Biasanya saling bertukar cerita. Sebaiknya tidak menceritakan hal buruk yang ada dikantor, baik sistem maupun personal karyawan ataupun pimpinan. 

“Bukan tidak mungkin, suatu saat Anda bekerja sama dengan orang tersebut, atau bahkan salah satu yang ditemui menjadi pimpinan kerja atau berteman baik dengan pimpinan Anda,” kata Rika. 

Sebelum berangkat, Anda sudah memiliki perencanaan apa yang akan dilakukan sehingga bisa memperkirakan hal-hal yang bisa diambil manfaat dari perjalanan tersebut. Tujuannya agar Anda tidak kebingungan ketika sampai di tempat tujuan. “Pulangnya tentu harus membuat laporan. Paling tidak bisa membuat kerangka acuan,” saran Rika. **

-----------------------------

Hal-hal yang Harus Dipahami

Ketika mendapatkan tugas untuk melakukan perjalanan bisnis atau dinas, ada hal-hal yang harus dipahami. Beberapa diantaranya seperti diungkapkan psikolog Rika Indarti. 

*Tahu Tujuan 
Beberapa tujuan melakukan perjalanan diantara untuk menghadiri rapat, seminar, studi banding, koordinasi, ataupun pertemuan bisnis. Sebaiknya laksanakan perjalanan itu sesuai dengan tujuannya. Jika rapat, maka harus persiapkan apa saja yang dibutuhkan, jika seminar maka dengarkan dengan baik, demikian pula jika tujuannya untuk business meeting. Pastikan tujuan tercapai. Jangan terlihat seperti aji mumpung. Kuasai agenda kegiatan agar ketika diminta berbicara, Anda memahami apa yang harus dibicarakan. 

*Ada feedback dari perjalanan
Usahakan setiap perjalanan, ada informasi, data, ataupun pengetahuan yang bisa menjadi bekal Anda untuk dibawa pulang. Akan lebih baik jika informasi, data, ataupun pengetahuan tersebut memberikan manfaat yang baik bagi pengembangan perusahaan ataupun unit tempat kerja. Contoh saat studi banding assessment center ke Semarang. Cari tahu apa yang bisa diambil dan diaplikasikan ketika pulang, serta bisa menambah benefit baik untuk perusahaan ataupun di SKPD tempat Anda bekerja. 

*Siap diberangkatkan
Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ataupun perjalanan bisnis dari perusahaan. Tentunya, ada pertimbangan perusahaan bila Anda diberikan peluang tersebut. Hanya saja, bukan tidak mungkin perintah diterima secara mendadak, atau bahkan bukan berkaitan dengan bidang kerja Anda. Jika demikian, pastikan Anda mempelajari agenda kegiatan. Persiapkan apa yang dibutuhkan dan hal-hal yang menunjang keberangkatan Anda. 

*Perhatikan Etika Berpakaian
Etika berpakaian tetap harus diperhatikan. Pelajari kota yang akan dikunjungi dan kegiatan yang dihadiri. Pada kondisi tertentu, tak selalu berpakaian resmi. Misalnya pada perjalanan bisnis, bukan tidak mungkin ada klien yang membicarakan hal tersebut sambil berolahraga. Tentu Anda sebaiknya juga membawa bekal baju olah raga. Termasuk pula jika agendanya mengenakan batik nasional. Jadi benar-benar dibaca dan dipahami kegiatan yang dilaksanakan. Jangan sampai ternyata Anda salah kostum. (mrd)

Berita Terkait