Equinox Kian Menyengat

Equinox Kian Menyengat

  Rabu, 23 March 2016 10:14
sumber: BMKG

Berita Terkait

SAMBAS- Warga Sambas mengaku suhu panas pada Senin dan Selasa (21/22/3) sangat tinggi  dibandingkan hari biasa. Bahkan saking panasnya, seorang anggota DPRD Kabupaten Sambas mengaku mandi hingga empat kali menjelang sore.

“Luar biasa panasnya," kata Yakob Pujana, Senin (21/3) kepada wartawan. Dirinya mengaku, memang akhir-akhir cuaca panas begitu menyengat. Demikian juga warga lainnya, Akhiu. Dia mengatakan bahwa panasnya lebih menyengat. “Lebih panas dari hari biasanya,” katanya. 

Dirinya pun mengkhawatirkan, jika kondisi ini berlangsung lama, akan membahayakan. Terutama  dari sisi kesehatan anak.  Panas yang terjadi apakah akibat dari fenomena equinox?. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) menyebutkan fenomena Equinox terjadi 21 -22 Maret. 

Suhu di Indonesia akan mengalami kenaikan drastis. Bahkan, hingga mencapai 40 derajat celcius seperti kabar yang beredar. Kepala BMKG, Andi Eka Sakya. Equinox mengatakan sebenarnya ini adalah fenomena biasa. Bukan seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah, yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

Equinox sejatinya merupakan fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa. Peristiwa ini pun bukan kondisi langka yang akan terulang setelah berpuluh-puluh tahun. Sebab, fenomena ini terjadi secara periodik, berlangsung 2 kali dalam setahun. Yakni pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan. Keberadaannya pun tak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Jikalaupun ada, itu pun tergantung lokasi. Semakin jauh dengan khatulistiwa, tentu semakin kecil kenaikan suhu. 

Namun dirinya menyebutkan saat ini pun, memang telah terjadi kenaikan suhu di Indonesia. Namun, rerata maksimal hanya sekitar 32-36 derajat Celsius. Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak cemas terkait dampak dari equinox, sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang. Saat ini sendiri, menurutnya, secara umum, kondisi di beberapa wilayah Indonesia memang cenderung kering. Sebab sebagian wilayah sudah mulai memasuki musim kemarau. Seperti di wilayah Sumatera bagian Utara misalnya. 

Prakirawan Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika Kalimantan Barat, Dasmian Sulviani juga mengatakan kondisi panas di Pontianak lumrah yang terjadi di daerah Khatulistiwa. 
‘’Suhu terpanas di Pontianak hanya 35-36 derajat celcius. Tidak atau belum pernah pernah mencapai 40 derajat celcius. (fah/dan)

Berita Terkait