Endemik Lokal, Termahal di Kabupaten Konservasi

Endemik Lokal, Termahal di Kabupaten Konservasi

  Kamis, 31 March 2016 09:51
Rismawati

Berita Terkait

Kabupaten konservasi memiliki beberapa jenis ikan khas endemik Kapuas Hulu yang tidak ditemukan di belahan dunia manapun. Untuk itu, Dinas Perikanan Kapuas Hulu segera mematenkan sejumlah ikan khas endemik. Mustaan, Kapuas Hulu

SEMENTARA ini yang balak dipatenkan ada dua jenis. Arwana dan Semah. Keduanya andalan kabupeten Kapuas Hulu. Arwana adalah ikan hias, sedangkan Semah ikan konsumsi.

Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Ir. Rismawati mengatakan hak paten ikan khas daerah sangat diperlukan. Agar kedepannya tidak diklaim daerah lain atau bahkan negara lain.

"Rencananya tahun 2017 kami akan mematenkan dua jenis ikan khas Kapuas Hulu. Karena di tahun 2016 kami belum ada menganggarkan kegiatan pematenan kedua jenis ikan tersebut," papar Risma, Senin (28/3) lalu.

Dia mengatakan, untuk mendapatkan hak paten ikan, butuh biaya besar yakni mencapai  Rp 50 juta untuk satu hak paten. Artinya, jika dinas perikanan mengusulkan dua jenis ikan untuk dipatenkan, butuh biaya Rp100 juta. Estimasi perkiraan anggaran tersebut berdasarkan hasil koordinasi antara pihak dinas perikanan Kapuas Hulu dengan pihak BPPT (Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Menurut Risma, pematenan kedua jenis ikan sangat penting, mengingat Malaysia juga tengah gencar untuk mempatenkan ikan arwana.

"Selama ini kita belum ada kesempatan untuk mempatenkan ikan itu makanya mau kami mempatenkan.Ini sebagai upaya untuk mempertahankan icon daerah, jangan sampai diambil oleh orang luar karena arwana super red hanya ada di Kapuas Hulu saja," kata Risma.

Dijelaskan dia, masalah hak paten merupakan persoalan urgen. "Inikan tidak masuk akal, jangan kita remahkan masalah hak paten ini nanti sudah diambil baru kita mau bekalut," paparnya. Program hak paten ikan lokal Kapuas Hulu harus tetap berlanjut, karenanya dia berharap program yang sudah ada saat ini harus dilanjutkan.Kapuas Hulu memiliki aneka ikan hias air tawar yangperlu dapat hak paten.

"Arwana super red dan ikan semah, miliki nilai ekonomis tinggi, di dalam dan luar negeri. Makanya kami coba berusaha jajaki membuat hak paten," ujarnya. Untuk ikan arwana super red, wacana pengurusan hak paten sudah lama dilakukan. Hanya saja, ikan arwana saat ini masih dibawah KSDA. Walaupun belum ada hak patennya, ikan arwana jenis super red Kapuas Hulu sudah miliki sertifikat.

Menurut Risma, sertifikasi ikan arwana ini, sebenarnya hampir sama dengan hak paten. Hanya saja memang memiliki hak paten akan jauh lebih baik. Karena sertifikasi kurang kuat jika dibandikan hak paten, jika sudah di patenkan sulit di ambil negara lain.

“Kalau sudah ada hak paten, ikan arwana super red akan diberikan chip sebagai identitas asal Kabupaten Kapuas Hulu,” jelas Rismawati. (*)

Berita Terkait