Enam Petugas Tangani 1.605 Penderita HIV/AIDS

Enam Petugas Tangani 1.605 Penderita HIV/AIDS

  Minggu, 8 May 2016 11:09

Berita Terkait

SINGKAWANG – Sejak tahun 2004 hingga 26 April 2016, sekurangnya 1.605 penderita HIV/AIDS ditangani VCT Klinik Mawar RSUD dr Abdul Aziz Singkawang. Ironisnya, para penderita HIV/AIDS tersebut didominasi usia 25 – 49 tahun alias usia produktif.  

“Dengan rincian, Singkawang sebanyak 930 penderita, Bengkayang  sebanyak 258 penderita, dan Sambas, 302 penderita. Ditambah wilayah lain 115 penderita, jadi total keseluruhan ada 1.605 penderita,” ungkap koordinator VCT Klinik Mawar RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Neni YS, baru-baru ini. 

Saat ini, diungkapkan dia bahwa VCT Klinik Mawar RSUD dr Abdul Aziz Singkawang memiliki empat orang konselor. Diakui dia, dengan keterbatasan jumlah tersebut, mereka tidak akan mampu menangani penderita sebanyak itu.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Singkawang, Roby Sanjaya, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang berencana memulangkan penderita HIV/AIDS yang sudah ditangani Klinik Mawar ke daerah asalnya masing-masing, untuk pengobatan rutin. “Pemulangan ini dikarenakan Klinik Mawar Singkawang sudah kewalahan menangani kasus HIV/AIDS. Karena Klinik Mawar menjadi rujukan Singbebas yakni Singkawang, Bengkayang, dan Sambas,” katanya.

Saat ini, kata dia, Klinik Mawar hanya memiliki enam petugas pendamping. “Kalau mau menangani seribu lebih penderita HIV/AIDS di Singbebas tentunya tidak akan mampu,” tuturnya.

Berdasarkan pertemuan antara mereka dengan Klinik Mawar, kemudian Dinas Kesehatan Kota Singkawang dan Wali Kota Singkawang, diputuskan jika Wali Kota akan mengembalikan para penderita HIV/AIDS yang ditangani Klinik Mawar, ke daerahnya masing-masing, untuk masa pengobatan. Di samping itu, lanjut dia, banyak keluhan dari penderita, terutama pada masalah pendanaan transportasi. Karena, diakui dia, pada umumnya para penderita adalah merupakan keluarga yang kurang mampu dan tinggal di pedalaman. Namun pemulangan itu, ditambahkan dia, tergantung kesiapan dari pemerintah kabupaten masing-masing. (har)

Berita Terkait