Enam Paslon Ikuti Tes Kejiwaan

Enam Paslon Ikuti Tes Kejiwaan

  Jumat, 12 January 2018 09:46
TES: Karolin Margret Natasa keluar dari RSJ Sungai Bangkong sesaat setelah menjalani tes yang merupakan syarat untuk maju sebagai calon gubernur kemarin. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Enam pasangan bakal calon kepala daerah yang mengikuti pilkada serentak Kalbar 2018 menjalani tes kejiwaan di RSJ Sungai Bangkong, Kamis (11/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari lanjutan proses penjaringan sebelum ditetapkan sebagai calon gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati. 

Keenam pasang bakal calon tersebut diantaranya, bakal cagub dan cawagub Kalbar Kartius-Pensong serta Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot. Lalu ada bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, Syarif Usmulyani-Deni Hermawan, serta bakal cabup dan cawabup Kubu Raya Werry Syahrial-Hm Nasir Maksudi, Muda Mahendrawan-Sujiwo. 

Ditemui usai tes, bakal calon wali kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengaku semua rangkaian tes bisa dijalani dengan lancar. Hanya saja kata dia ada sedikit perbedaan jumlah soal, dibanding ketika ia mendaftar sebagai calon wakil wali kota tahun 2013. “Sekarang soalnya tidak sebanyak dulu, dulu 500 soal sekarang 350. Tingkat kesulitan kurang lebih sama,” katanya kepada awak media. 

Tes ini menurutnya berkaitan dengan kesiapan psikis, karena itu dalam menjalaninya harus santai dan konsentrasi. “Itu saja intinya, karena itu akan menggambarkan mental, tingkat kewaspadaan, bagaimana responsif terhadap sosial kita,” pungkasnya. 

Hal serupa diungkapkan, bakal cagub Kalbar Karolin Margret Natasa merasa seluruh proses yang dijalani mulai dari tes tertulis sampai wawancara, hasilnya baik. “Tidak ada kendala, saya pemilu legislatif dua kali tes di sini, 2009 dan 2014. Kemarin sebelum pemilihan bupati juga sudah tes, jadi soalnya saja sudah hafal,” terang Karol.  

Ia mengaku semua bisa berjalan lancar dan tidak mengalami masalah. Bahkan untuk ujian tertulis bisa ia kerjakan hanya dalam waktu 35 menit dan tidak perlu diulang. 

Sementara itu Direktur RSJ Sungai Bangkong Batara Sianipar menjelaskan, ada enam pasang bakal calon kepala daerah se-Kalbar yang mengikuti tes kejiwaan kemarin. Dari total 12 orang tersebut semua dapat berjalan lancar sesuai prosedur dan rencana. 

“Hasilnya kemudian akan dilaporkan ke KPU sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya ditetapkan sebagai calon dalam Pilkada. Pemeriksaan kejiwaan di sini dijadwalkan sampai hari Minggu (14/1),” tutupnya. 

Heri Mustari, Ketua DPW Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Kalbar berharap para bacalonkada yang bertarung nantinya memperhatikan nasib para petani dan nelayan lebih serius. “Saya optimis bacalonkada memberikan perhatian lebih ke petani dan nelayan di Kalbar, sebagai salah satu tulang punggung pendapatan rakyat Kalbar,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya pekerjaan utama masyarakat Kalbar pada 14 kabupaten/kota adalah petani dan nelayan. Hanya, kehidupan mereka sering tidak berbanding terbalik dengan pekerjaan di lapangan. Salah satunya bagaimana mengentaskan kemiskinan guna meningkatkan kesejahteraan petani-nelayan. ”Kami titip prioritas sektor pertanian dan kelautan sebagai salah satu program utama,” kata dia.(bar/den)

Berita Terkait