Enam Kecamatan di Pontianak Tergenang

Enam Kecamatan di Pontianak Tergenang

  Minggu, 10 December 2017 08:30
GENANGAN AIR: Alun-alun Kapuas penuh dengan genangan air akibat air pasang dan hujan beberapa hari terakhir, Sabtu (9/11). Tak hanya Alun-alun Kapuas, beberapa ruas jalan di Kota Pontianak juga penuh dengan genangan air. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Faktor Alam atau Drainase tak Berfungsi?

Meningkatnya curah hujan beberapa hari terakhir ditambah pasang Sungai Kapuas, membuat sebagian wilayah Kota Pontianak digenangi air. Sabtu (9/12) siang, genangan terjadi hampir di sebagian gang-gang yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Selain di dalam gang-gang, genangan juga muncul di beberapa jalan utama Kota Pontianak, sehingga membuat alur transportasi sedikit terganggu. Parit yang kecil, drainase tersumbat diduga penyebab genangan di gang.

GUYURAN hujan di malam sebelumnya, ditambah pasangnya air Sungai Kapuas kemarin pagi, membuat beberapa wilayah Kota Pontianak digenangi air. Jalan utama seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Suprapto, dan Jalan Veteran hari itu menggenang. Tak hanya itu, genangan semakin parah di sebagian gang yang ada di Kota Pontianak, utamanya Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Barat, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.

Salah satu warga Gang Lembah Murai 4, RT 003 RW 10 Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, yang namanya tak ingin dikorankan, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi di tempatnya sudah terjadi sejak empat hari lalu. "Tapi hari ini (kemarin, Red) yang paling parah Bang," terangya kepada Pontianak Post.

Ketinggian air di dalam rumah, digambarkan dia, sudah setinggi betis anak usia 6 tahun. Jika di jalan, diakui dia, ketinggian airnya sudah di lutut orang dewasa.

Diakui dia di daerahnya, banjir terjadi tiap tahun. Tapi, menurutnya, jika dibanding banjir yang lalu-lalu, hari ini adalah yang tertinggi. Pantauan dia, penyebab banjir di wilayahnya bisa karena drainase sumbat. "Di sini warga bersih bang. Sampah dibuang ke TPS dan dibakar buat jadikan tanah bakar. Persoalannya di sini saluran," katanya.

Seingat dia, pelebaran jalan yang dilakukan dulu tak menyertai dengan penataan paritnya. Sehingga, saat terjadi pasang ditambah curah hujan tinggi menngakibatkan wilayah ini banjir. Besar harapan dia agar pemerintah melakukan peninjauan, khususnya untuk melihat kondisi saluran di kampungnya. "Kalau banjir ya tetap banjir itu sudah kehendak alam. Tapi jika parit sumbat sudah seharusnya dilakukan penataan," terangnya.

Hal senada dikatakan Dwi, salah satu warga Gang Mendawai III, Kelurahan Basir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara. "Banjir sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Tapi yang paling tinggi hari ini," ungkapnya sama.

Air Sungai Kapuas saat ini sedang pasang tinggi. Ia khawatir, jika Pontianak kembali diguyur hujan lebat, banjir bisa masuk dalam rumah. Kemarin saja, tinggal dua jengkal lagi air masuk ke dalam rumahnya. (iza)

Murni Luapan Sungai Kapuas 

...

Berita Terkait