Enam Bangunan Liar Dibongkar

Enam Bangunan Liar Dibongkar

  Kamis, 28 July 2016 09:30
DIBONGKAR: Petugas membongkar bangunan liar di komplek pelabuhan Kuala Mempawah. WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Pembongkaran paksa bangunan liar di Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah berlangsung dramatis, Rabu (27/7) pukul 09.00 WIB. Aksi yang dimotori Lurah Pasir Wan Salim, Sawadi itu mendapat protes dari pemilik kios. Meski situasi sempat memanas, enam unit bangunan eks warung remang-remang berhasil diratakan dengan tanah.

 
Sebanyak satu pleton Satuan Polisi Pamong Praja, Anggota Polsek Mempawah Timur, Koramil dan 30 Laskar Front Pembela Islam (LFPI) diterjunkan dalam aksi pembongkaran bangunan liar yang berdiri diatas lahan milik Pemerintah Kabupaten Mempawah di komplek pelabuhan kuala itu. Bangun-bangunan tak berizin dengan pondasi kayu tersebut, dulunya digunakan untuk usaha warung remang-remang.

Namun, aksi pembongkaran tidak berjalan lancar. Petugas dihadang  salah seorang pemilik bangunan yang memprotes kebijakan tersebut. Si pemilik bangunan mengaku memiliki izin atas kios yang didirikannya. Menurut dia, izin tersebut dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mempawah.

 “Saya punya izin dari Pak Bupati untuk membangun kios ini. Pak Bupati saja tidak berani membongkar bangunan ini, apalagi hanya Lurah,” cecar pemilik kios, Rabain sembari menunjukan izin yang dimaksud.

Lurah pun tak tinggal diam menanggapi protes pemilik kios. Hingga akhirnya si pemilik kios melunak dan merelakan bangunannya ikut dibongkar oleh petugas. “Kalau mau dibongkar, tolong bongkar semua jangan ada tebang pilih. Kami menghormati kebijakan dari Pak Lurah kalau memang ini baik untuk lingkungan dan masyarakat,” ucapnya. 

Satu persatu bangunan liar yang kerap dijadikan tempat pasangan mesum bermaksiat itu diratakan dengan tanah. Sedangkan material bangunan yang masih bisa digunakan dikumpulkan untuk dikembalikan kepada si pemiliknya sebelum dibongkar dan dibakar oleh petugas. Setelah kurang lebih 2, 5 jam beraksi, seluruh bangunan berhasil dibongkar oleh petugas.

 “Pembongkaran ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengaku resah. Sebab, bangunan-bangunan liar ini kerap dijadikan tempat maksiat pasangan mesum. Dalam beberapa bulan ini, sudah ada dua kasus pasangan mesum yang digerebek warga di lokasi ini,” ungkap Lurah Pasir Wan Salim, Sawadi.

Sawadi menerangkan, sebelum melaksanakan pembongkaran paksa pihaknya terlebih dahulu telah melakukan langkah persuasif dengan mengundang seluruh pemilik kios. Pihaknya telah meminta agar pemilik kios membongkar sendiri bangunannya. Namun, peringatan tidak diindahkan hingga pembongkaran paksa harus dilakukan.

 “Kami pun sudah berkoordinasi dengan Bidang Aset DPPKAD. Ternyata mereka (pemilik bangunan liar) sudah tiga kali dilayangkan Surat Peringatan (SP). Setelah semua prosedur ini dilalui, kita lakukan pembongkaran paksa,” paparnya.

Terkait material bangunan hasil pembongkaran, Sawadi memastikan akan diserahkan kepada pemiliknya masing-masing. Bahkan, dirinya telah mempersiapkan armada angkutan untuk mengantarkan material puing-puing bangunan itu kerumah pemiliknya.

 “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama sehingga penertiban bangunan liar ini berlangsung lancar. Meski ada sedikit protes, namun bisa diselesaikan,” ucapnya.

Ditanya langkah antisipasi agar tidak ada lagi bangunan liar di Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah, Sawadi meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui intansi terkait agar menempatkan petugas untuk melakukan penjagaan secara terjadwal. Agar tidak ada lagi praktek kemaksiatan dan pelanggaran hukum lainnya dilokasi itu.

 “Jika dinas tidak sanggup, kami sanggup menyediakan petugas jaga. Namun, kami juga butuh dana operasional untuk penjagaan tersebut. Setelah pembongkaran ini, kami akan laporkan hasilnya kepada dinas terkait dan bupati,” tukasnya.

Turut serta dalam aksi penertiban bangunan liar tersebut, Camat Mempawah Timur, Kapolsek Mempawah Timur, Danramil, perangkat Rt/Rw, LPM hingga puluhan masyarakat Kelurahan Pasir Wan Salim.(wah)

Berita Terkait