Enak dan Sehat, Kuliner ala Pelago Healthy

Enak dan Sehat, Kuliner ala Pelago Healthy

  Selasa, 24 May 2016 09:30
KULINER SEHAT: Smoothies, jus buah dan sayur yang menjadi salah satu produk andalan Pelago Healthy. ISTIMEWA

Berita Terkait

Masyarakat semakin sadar untuk hidup sehat. Para pelaku usaha memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan katering makanan, minuman, dan snack bergizi. Konsumen makin sehat, keuntungan yang diraup pebisnis pun makin sehat.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

GAYA hidup sehat sepertinya tengah digandrugi masyarakat dunia. Bila sebelumnya usaha ini hanya muncul di belahan bumi eropa, kini Indonesia pun mulai mengikuti imbas tren ini.

Banyak kebiasaan hidup lama yang tidak menguntungkan dibuang jauh-jauh oleh masyarakat. Mereka mulai sadar akan pentingnya hidup sehat. Salah satunya dengan memilih makanan dan minuman sehat. Para pebisnis yang jeli pun memanfaatkan peluang ini dengan membuka sejumlah bisnis makanan organik, smoothies atau infuse water.

Selain menyegarkan, minuman dan makanan ini juga menyehatkan, sehingga banyak orang ingin mengonsumsinya terus. Tak heran, bila penggemar produk satu ini cukup banyak. Alhasil, pemain bisnis minuman dan makanan sehat terus bermunculan.

Seperti yang dirintis Novitasari(24) dan Sari Kresensia(24. Dua sahabat sedari bangku SMA ini berkolaborasi menjalankan bisnis kuliner sehat bernama ‘Pelago Healthy’ sejak Maret 2016. Kendati baru lahir, usaha yang masih rumahan ini telah memiliki pelanggan tetap dan pasar yang terus berkembang.

Novitasari menuturkan, niatan menjalankan usaha kuliner sehat datang begitu saja. Dimulai ketika kegemaran ia dan keluarga mengonsumsi buah dan sayur. Namun, suatu saat ia menemukan orangtuanya sedikit kesulitan mengonsumsi beberapa buah karena teksturnya yang keras. 

Terpikirlah olehnya untuk membuat smoothies sendiri. Jus dari campuran buah dan sayur tanpa kandungan gula dan susu. “Jus yang dijual selama ini, menggunakan gula dan susu,” ujar Novi, panggilan karibnya. “Ketika kita minum jus itu, kita hanya dapat manisnya saja, sudah tidak ada nutrisinya lagi. Gula dan susu mematikan itu,” tambahnya lagi.

Ia pun ingin mengubah kebiasaan orang-orang tersebut. “Seperti kita tahu, buah dan sayur itu bagian dari gizi seimbang. Sayur dan buah dalam piramida makanan punya peranan yang tinggi,” ujar lulusan Perhotelan salah satu Universitas di Jakarta ini.

Dunia kuliner menurutnya selalu berkembang. “Tetapi orang-orang hanya makan yang enak,” ucapnya. Dia memimpikan nantinya menu yang ada di café dan restoran, semuanya makanan sehat.

Ia beralasan, dengan mengonsumsi makanan yang terjamin kualitasnya, tingkatan kesehatannya, masyarakat dapat mengonsumsi makanan itu sepuasnya tanpa perlu khawatir akan dampap buruk yang dapat ditimbulkan dari makanan itu.

Tak hanya berjualan, Novi dan Sari juga ikut memberikan informasi tentang manfaat sayuran dan buah-buah yang ada di smoothies tersebut. Dia mencari referensi dari dunia maya hingga mendapat komposisi yang pas.

Berkat promosi dari mulut ke mulut, dan media sosial instagram, jumlah pelanggan Pelago Healthy kian bertambah. Peningkatan ini membuat mereka makin bersemangat.

Sukses dengan smoothies, mereka berinisiatif untuk menambah varian menu mereka. Lahirlah ide untuk membuat Parfait. Dessert atau makanan pencuci mulut yang berasal dari Perancis. Berpenampilan cantik menggoda, dengan cita rasa manis dan lembut, Parfait dikenal sebagai dessert favorit di restoran-restoran berkelas. Parfait banyak dikonsumsi pelangganya sebagai pengganti makan malam. 

Berjalan beberapa lama dengan dua varian menu tersebut. Ternyata banyak dari pelanggannya yang mendambakan menu baru. “Mereka sering menanyakan tentang Granola,” kata Novi. 

Akhirnya mereka pun memutuskan untukmencari bahan-bahan dan cara pengolahan dari granola tersebut. “Karena pengolahannya yang lumayan lama untuk Granola ini,” ungkapnya.

Granola milik mereka berisikan gandum, biji bunga matahari, biji labu dan beberapa tambahan lainnya. “Menu satu ini tentunya low fat(rendah lemak) dan banyak protein,” terangnya.

Sari Kresensia(24), partner Novi dalam bisnis kali ini mengatakan, modal awal untuk menjalankan usaha ini tidak terlalu besar. Karena sebagian besar alat-alat yang digunakan menggunakan alat-alat yang ada di rumah.

Modal paling besar yang dikeluarkan mereka ialah ketika mereka memutuskan untuk membeli blender seharga sekitar Rp5jutaan. “Blendernya kita pakai yang standar hotel bintang lima, agar hasilnya juga bagus,” ungkap Sari. 

Harga yang ditawarkan Novi dan Sari pun bervariasi mulai dari Rp10.000 untuk smoothies, parfait Rp25.000 dan Rp45.000 untuk Granola.

Menurutnya banyak yang menanyakan harga yang mereka berikan. Harga yang terbilang tinggi itu dirasanya cukup layak melihat bagaimana khasiat dan proses pembuatannya yang sulit. Tetapi untungnya, pelanggan tetapnya datang dari kalangan yang memang sadar akan pentingnya kesehatan. “Juga banyak pelanggan yang memang sedang program diet,” ungkapnya.

Beruntung, perbekalan semasa kuliah tentang dunia wirausaha dirasa mereka cukup sehingga menjalankan usaha ini tidaklah begitu rumit. Keduanya mengaku hanya fokus menjalankan usaha ini. Nantinya pun mereka sudah menyiapkan dua inovasi menu baru untuk memberikan pilihan bagi para pelanggannya.(*)

Berita Terkait