Empat Tewas, Dua Dirawat Intensif

Empat Tewas, Dua Dirawat Intensif

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

SANGGAU-Di Kabupaten Sanggau, sudah empat warga meninggal dunia akibat serangan penyakit rabies. Terbaru, dua orang warga Pana dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau diduga terkena rabies akibat gigitan anjing.

 
Informasi ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Selasa (30/8), kemarin. Dia memastikan keduanya masih diduga terkena rabies dan masih dalam penanganan pihak RSUD Sanggau.

“Kasus meninggal dunia ada empat orang. Dua orang dari Mukok dan dua orang dari Jangkang. Yang terbaru, dua orang dari Pana sedang dirawat di RSUD Sanggau,” ungkap Kabid P2PL Diskes Sanggau, Sarimin Sitepu.

Sampai saat ini, lanjut dia, sudah ada 180 kasus gigitan yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau. Kemungkinan untuk bertambah jumlahnya dapat terjadi mengingat masih ada kejadian yang tidak dilaporkan.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Sanggau, Muinah menyampaikan pihaknya menangani dua pasien diduga rabies akibat gigitan hewan. Keduanya berasal dari Desa Pana dan sedang dilakukan perawatan oleh tim medis RSUD Sanggau.

Mengenai positif atau tidaknya dua orang tersebut terkena rabies, dia belum dapat memastikan karena masih dalam perawatan dan belum diketahui hasilnya rabies atau tidak. “Saya belum bisa itu rabies atau bukan. Karena masih dalam perawatan medis. Masih menunggu hasilnya,” jelas dia.

Terkait kondisi vaksinasi terhadap anjing yang ada di Kabupaten Sanggau, Kepala Dinas Pertankanak Sanggau, John Hendri menyampaikan upaya pencegahan penyakit rabies di Kabupaten Sanggau terus dilakukan. Salah satunya dengan memberikan vaksin kepada hewan yang berpotensi menularkan rabies melalui gigitan, salah satunya anjing.

Sejauh ini telah dilakukan vaksinasi untuk sedikitnya 1.700 ekor anjing yang ada di Kabupaten Sanggau. Jumlahnya tidak berhenti diangka tersebut mengingat vaksinasi masih terus dilakukan disejumlah daerah kecamatan. “Sekarang jumlah anjing yang sudah divaksinasi sebanyak 1.700 ekor. Kami masih lakukan terus vaksinasinya sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.

Seperti diungkapkannya, bahwa sejauh ini 11 kecamatan sudah terdapat kasus gigitan anjing. Hanya tersisa 4 kecamatan saja yang belum ada kasus gigitan anjing. Karenanya, harus diupayakan secara maksimal agar 4 kecamatan ini tidak ada kasus. (sgg)

Berita Terkait