Empat Tewas, 10 Hilang, Kecelakaan Speedboat di Kubu Raya

Empat Tewas, 10 Hilang, Kecelakaan Speedboat di Kubu Raya

  Senin, 14 December 2015 09:33

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebuah speeboat jurusan Padang Tikar - Rasau Jaya terbalik setelah menabrak balok kayu di Perairan Olak-Olak Pinang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, Kubu Raya, Minggu (13/12) sekitar pukul 08.00. Empat penumpang dinyatakan tewas dan 10 orang hilang dalam kecelakaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, kecelakaan maut itu terjadi setelah speeboat berkekuatan 250 PK double engine menabrak sebuah balok kayu yang hanyut di perairan itu. Speedboat dengan jumlah manives 38 orang itu terbalik dan sejumlah penumpang tercebur ke sungai.

Lutfi, salah satu korban selamat mengatakan, setelah menabrak kayu, driver yang belakangan diketahui bernama Junaidi membanting stir ke kanan sehingga air masuk dan menggenangi speeboat. Akhirnya speeboat pun terbalik, tepatnya di Perairan Olak-olak Pinang. Kecelakaan ini mengakibatkan sebagian body tenggelam.

Lutfi merupakan warga pulau Jawa yang bekerja di Padang Tikar. Minggu nahas itu dia dan istri beserta dua anaknya hendak pulang ke kampung halaman. “Penumpang full. Sudah begitu nambah penumpang lagi,” ujarnya. Ia dan istrinya terlihat lemas di tempat pembaringan puskesmas. Mereka memikirkan kedua anaknya yang belum ditemukan. “Dua anak saya masih TK dan SD belum ditemukan,” lirihnya sambil melinangkan airmata.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar AKBP Arianto mengatakan, dari data manives yang ada, jumlah penumpang sebanyak 38, termasuk satu driver bernama Zainuddin dan kernet bernama Lukas. Dari 38 orang yang diketahui dari manives speeboat, empat di antaranya ditemukan meninggal dunia. Mereka adalah Siti Kamilia (40), Nurimah (50), Sahara (40), dan Azwan, bayi 7 bulan. Sementara itu 34 penumpang luka-luka.

“Sementara masih dilakukan pencarian terhadap penumpang masih dinyatakan hilang,” katanya.Dalam insiden itu, Polda Kalbar menerjunkan tim evakuasi dari Direktorat Polair dibantu Basarnas yang dipusatkan di Pelabuhan Rasau Jaya. Sementara semua korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan apapun, cepat dilarikan ke Puskesmas Rasau Jaya untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
Ratusan warga Rasau Jaya maupun pihak keluarga pun tumpah ruah di puskesmas maupun di pelabuhan untuk mengetahui siapa saja yang menjadi korban.

Jumilawati, warga Padang Tikar, histeris saat mengetahui suami dan anaknya mengalami musibah. Suaminya, ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara anak perempuannya, Tia (10) masih belum ditemukan dalam pencarian hingga sore itu. “Kalau aku lepas, aku akan menyelam sampai dapatkan anak ku. Aku mau anak ku,” jeritnya di pelabuhan Rasau Jaya.

Jumilawati yang memang sudah berada di Rasau Jaya, awalnya ingin menjemput kedatangan suami dan anaknya untuk kemudian di bawa ke Mempawah. Namun nahas, musibah itu tak terelakan.Sebagaian dari penumpang, ada yang membawa anak-anaknya. Dengan total jumlah anak-anak sebanyak lima orang. Di tempat persinggahan, yakni Pasar Kubu, driver kembali memuat tiga penumpang. Sehingga, speeboat over kapasitas. Belum lagi ditambah muatan barang.

Driver speedboat, Zainudin, sempat diamankan di Polsek Rasau Jaya untuk dimintai keterangan sekaligus untuk menghindari adanya amukan warga dan keluarga korban.  Sementara kernet, Lukas, terlihat membantu beberapa warga untuk menimbulkan speeboat yang terbalik itu. Tampak juga puluham keluarga menyewa speedboat untk membantu pencarian korban yang belum ditemukan. ‎

10 Penumpang Hilang
Tim evakuasi pencarian korban telah menghentikan sementara proses evakuasi karena cuaca tidak memungkinkan. Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto mengatakan, berdasarkan informasi, diperkirakan ada 10 orang penumpang yang dinyatakan hilang. “Untuk sementara ini, proses evakuasi dihentikan sementara karena cuaca tidak memungkinkan,” kata Arianto, malam kemarin.

Dikatakan Arianto, sesuai dengan catatan penjual tiket, Mimin Sutrisno (42) penumpang plus driver  berjumlah 39 orang. Namun fakta di lapangan jumlah lebih dari itu, karena ada beberapa penumpang yang tidak tercatat. “Dari hasil pengecekan dan hasil konfirmasi Kapolsek Batuampar ke keluarga korban atau penumpang di Padang Tikar, penumpang yang selamat berjumlah 39 orang. Korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal berjumlah 4 orang,” bebernya.

Sehingga diperkirakan masih ada 10 orang penumpang yang belum diketemukan. Arianto menjelaskan, kronologis kejadian kecelakaan yang menimpa speeboat Indo Kapuas Expres terjadi pukul 07.00.
Speeboat yang  Zainudin (24) warga Desa Kelang Kecamatan Kubu berangkat dari Padang Tikar menuju Rasau Jaya yang sebelumnya singgah untuk menaikan penumpang di Kubu. Selesai menaikkan penumpang, speeboat melanjutkan perjalanan namun sampai di perairan Olak-Olak Pinang Kecamatan Kubu, speeboat menabrak kayu sehingga tidak terkendali dan terbalik.

“Untuk penanganan penyidikan kecelakaan ini sudah kami koordinasikan dan diambil alih oleh Dit Polair dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap driver, pembantu driver, dan penjual tiket,” terangnya.
Untuk melakukan evakuasi, pihaknya telah membangun posko di Pelabuhan Rasau Jaya bersama yang terdiri dari Personel Dit Polair, Personel Polres Mempawah, Personel Kodim Kota, Polsek Rasau Jaya, BPBD KKR dan Basarnas. “Personel yang diterjunkan berjumlah 25 orang termasuk Sat Polair Polres yang dilengkapi dengan Satu Speed Boat 400 PK milik Sat Polair dan perahu karet 40 PK milik Sat Sabhara berikut perlengkapan pengamanan,” pungkasnya.(arf)‎
 
 
Korban Meninggal
1.    Siti Kamilia (40)
2.    Nurimah (50)
3.    Sahara (40)
4.    Azwan (bayi 7 bulan)
Korban Luka-Luka
34 orang
Manives
38 orang (jumlah penumpang simpang siur)
Driver
Zainuddin
Kernet
Lukas

Lokasi Kecelakaan
Perairan Olak-Olak Pinang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu, Kubu Raya
Sumber: Polda Kalbar, data wawancara

 

Berita Terkait