Empat Kali Gagalkan Penyeludupan Narkoba

Empat Kali Gagalkan Penyeludupan Narkoba

  Minggu, 15 May 2016 10:49
TINJAU SEL: Kepala Rumah Tahanan (Rutan) IIB Mempawah, Indra Pitoy, SH meninjau sel. Wahyu Ismir/pontianak post

Berita Terkait

MEMPAWAH- Rumah Tahanan (Rutan) II B Mempawah semakin meningkatkan pengawasan terhadap warga bianaannya. Terutama menyangkut keberadaan jaringan narkotika. Sejak tahun 2014-2015 lalu, petugas berhasil menggagalkan empat kali upaya penyeludupan barang haram itu ke dalam rutan.

“Saya tidak akan mentolerir masuknya narkoba di dalam lingkungan rutan. Apalagi sampai ada jaringan narkoba yang dikendalikan oleh warga binaan dari  dalam rutan. Jika terbukti ada warga binaan atau bahkan petugas yang terlibat, pasti akan kita tindak sesuai aturan,” tegas Kepala Rumah Tahanan (Rutan) II B Mempawah, Indra Pitoy, SH.

Menurut Indra, potensi penyeludupan narkotika di dalam Rutan Mempawah cukup besar. Terbukti sejak tahun 2014-2015 lalu, pihaknya berhasil menggagalkan empat kali upaya menyeludupkan narkotika dari luar ke dalam Rutan. Beruntung, penyeludupan itu berhasil dideteksi petugas.

“Bahkan dua kasus diantaranya sudah diproses hukum. Baik kurir yang membawa maupun si terpidana di rutan Mempawah sebagai pihak penerima sudah mendapatkan vonis hukuman. Sekarang, mereka sedang menjalani masa hukuman di dalam Rutan,” terang Indra.

Dalam praktik penyeludupan narkotika tersebut, Indra mengungkapkan jaringan narkoba tersebut kerap menggunakan modus pengiriman barang. Biasanya, narkoba akan dimasukan ke dalam suatu barang agar bisa melalui penjagaan petugas.

“Media penyeludupannya pernah menggunakan wadah minyak rambut, odol hingga mememasukkan narkotika ke dalam gula pasir dan jenis makanan lainnya. Untungnya petugas kita sangat jeli dalam melakukan pengecekan dan penggeledahan hingga akhirnya penyeludupan bisa digagalkan,”ujarnya.

Lebih jauh, Indra menilai minimnya peralatan menjadi salah satu kendala petugas dalam mendeteksi masuknya barang ke dalam Rutan. Misalnya, peralatan seperti X-Ray yang memudahkan petugas dalam mengawasi para pengunjung beserta barang bawaannya.

“Makanya, saya sangat mendukung wacana Bapak Kapolda Kalbar yang berencana menempatkan anjing pelacak di setiap rutan. Dengan bantuan anjing pelacak, maka sangat membantu petugas dalam mendeteksi masuknya barang haram itu,” pendapatnya.

Apalagi, timpal Indra, upaya pemberantasan narkotika itu sendiri menjadi salah satu atensi Kementerian Hukum dan HAM. Sehingga pihaknya pun semakin fokus dan serius dalam meningkatkan kontrol dan pengawasan di lingkungan Rutan.

“Mudah-mudahan upaya pemberantasan jaringan narkotika ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Terutama pula dukungan dan kerjasama semua pihahk menjadi kata kunci dalam memberantas narkoba baik dilingkungan Rutan maupun masyarakat,” tuturnya.

Selain melalui cara-cara penindakan, Indra mengatakan, pihaknya juga tidak mengenyampingkan upaya persuasif dalam memberikan kesadaran bagi warga binaan agar keluar dari jerat narkotika. 

“Kita juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga binaan agar jangan terlibat dalam jaringan narkotika. Sebab, mereka akan mendapatkan sanksi hukum yang berat jika terlibat dalam jaringan tersebut,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait