EMOSI KURANG, DIALOG MURAHAN

EMOSI KURANG, DIALOG MURAHAN

  Minggu, 23 Oktober 2016 09:49
PARTNER: Jack Reacher (Tom Cruise) dan Susan Turner (Cobie Smulders) bersatu mengungkap konspirasi besar. PARAMOUNT PICTURES

Berita Terkait

Kritikus Sambut Negatif Sekuel Jack Reacher

LOS ANGELES – Novel Jack Reacher karya Lee Child menuai sukses besar di pasaran. Maka, meski filmnya yang tayang pada 2012 tidak mampu memikat kritikus, produser tetap terinspirasi membuat sekuelnya. Tom Cruise kembali memerankan karakter utama Jack dalam film Jack Reacher: Never Go Back yang mulai tayang pekan ini.

Seperti yang sudah bisa diduga, film itu lebih banyak menuai kritik ketimbang pujian. Ada begitu banyak adegan Jack berlari. Melewati bandara, melintasi tempat parkir, hingga jalanan pusat kota. Saking banyaknya, Los Angeles Times sampai menulis film itu lebih layak diberi judul ”Jack Sprinter” alias Jack si pelari cepat. 

Film yang disutradarai Edward Zwick itu menceritakan Jack Reacher (Tom Cruise), seorang mantan polisi militer, yang berusaha membebaskan mantan atasannya, Susan Turner (Cobie Smulders). Turner ditahan atas tuduhan pengkhianatan. Reacher yakin Turner tak bersalah.

Mereka berdua lantas terlibat dalam beberapa scene tidak masuk akal plus plot yang mudah diduga ditambah dialog yang sangat lemah. Reacher yang tertarik kepada Turner kembali ke Washington DC untuk mengajak perempuan cantik itu kencan. Penonton juga akan disuguhi plot ala permainan kucing dan tikus antara Reacher dan The Hunter (Patrick Heusinger), mantan pasukan khusus militer yang kini menjadi musuh.

ABC News memberi film tersebut 1,5 dari 5 bintang. Menurut mereka, Jack Reacher: Never Go Back bukan sekadar judul. Itu adalah petunjuk bagi penonton untuk never go back alias tidak usah balik lagi menonton film-film Jack Reacher lainnya.

Sementara itu, Kenneth Turan, kritikus film untuk Los Angeles Times, menyatakan bahwa plot cerita versi film dan novel berbeda jauh. ”Saya tahu, naskah film lebih simpel daripada kisah aslinya. Namun, di Never Go Back, ada beberapa poin yang beda jauh dari versi novelnya,” tulisnya.

Turan mencontohkan sosok Samantha, remaja 15 tahun yang merupakan anak target Hunt, yang terlalu dominan dalam film. Kritikus The New York Times Manohla Dargis beranggapan, akting Cruise kurang meyakinkan. ”Emosinya kurang kuat. Dia lebih sering terlihat blank,” tulisnya. Rating Never Go Back cenderung kurang bagus. Situs IMDB memberi film itu rating 6,7/10, sedangkan Rotten Tomattoes 37 persen.

Meski begitu, film tersebut diprediksi bisa memimpin box office premiere pekan ini bersaing dengan film horor Ouija: Origin of Evil, horor komedi Boo! A Madea Halloween, dan film komedi Keeping Up with the Joneses. (fam/c6/ayi)

Berita Terkait