Emoh ke Tengah, Terpaksa Cari Ikan di Kawasan Pesisir

Emoh ke Tengah, Terpaksa Cari Ikan di Kawasan Pesisir

  Senin, 29 Agustus 2016 10:00
MASIH MERAPAT: Puluhan kapal motor milik para nelayan asal Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, masih bersandar di perairan Sukadana. Kapal-kapal tersebut akan kembali melaut pada malam harinya.

Berita Terkait

 Musim Angin selatan yang biasanya membuat para nelayan memarkirkan kapal motor miliknya, namun ternyata tidak bagi para nelayan yang mencari rezeki di sekitar perairan di pesisir Kabupaten Kayong Utara. Seperti diceritakan nelayan asal Kabupaten Katapang, saat ditemui di Sukadana.

DANANG PRASETYO, Sukadana

ANGIN kencang disertai ombak yang tingginya bukan main-main. Hal tersebut terjadi pada saat musim angin selatan, seperti yang saat ini sedang terjadi, yang lebih dikenal oleh para nelayan.

Ternyata angin selatan bukan menjadi penghalang bagi nelayan untuk mencari rezeki. Namun memang ada juga yang terpaksa harus memarkirkan kapal motornya untuk tidak berlayar sementara waktu. Sebagai peggantinya, ada nelayan yang beralih profesi untuk berkebun sementara waktu. Hal itu mereka lakukan sampai cuaca kembali membaik.

Minggu (28/8) terlihat puluhan kapal motor yang bersadar di dermaga Sukadana. Pemandangan tersebut ternyata bukan hal yang biasa bagi masyarakat setempat. Hal ini menjadi lumrah dalam satu tahun sekali. kapal-kapal motor tersebut membaur dengan milik nelayan asal Sukadana, bersama untuk mencari rezeki di pesisir laut Kabupaten Kayong Utara.

“Kami memang sengaja untuk datang ke sini dan melaut di perairan pesisir Sukadana. Memang saat ini sedang musim angin selatan. Tetapi kami tetap melaut. Namun untuk melaut pun kami tidak berani jauh. Hanya dapat di sekitar perairan Sukadana ini, jadi dekat-dekat jak. Untuk mencari ikan dan udang yang memang banyak saat musim pada angin selatan,” terang salah satu nelayan asal Ketapang, Gayadi, kepada Pontianak Post.

Diakui dia, dengan melaut memang sudah menjadi risiko bagi para nelayan. Karena, sambung dia, kalau tidak mencari ikan, tidak ada lagi mata pencarian lainnya buat mereka. “Mau tidak maulah kami, karena inilah mata pencarian kami sebagai nelayan,” ujar seorang bapak yang sudah melaut selama 10 tahun ini.

Nelayan lainnya, Ali (40), mengungkapkan bahwa ini sudah menjadi takdir bagi dirinya. Walau saat ini tidak jarang banyak nelayan yang tak melaut karena agin kencang. “Bukan hanya di Sukadana saja, kami membaur dengan nelayan di Kayong Utara ini. Di Simpang Hilir, Teluk Batang, pun juga ada. Sama-sama cari makanlah kita,” terangnya

Untuk hasil tangkapan, mereka lagsung menjualnya dengan penampung yang ada di Sukadana. Karena, di sini mencari, di sinilah mereka menjualnya. “Dalam satu hari bisa dapat 40 sampai 50 kilo (gram) kami dapat. Biasa udang, bisa juga ada ikan. Dan lagsung kami jual kepada penampung,” katanya.

Ketika melaut, ia menceritakan, kalau memang di saat tidak memungkinkan terpaksa mereka kembali ke daratan. Karena, sambung dia lagi, hal seperti itu juga tidak dapat dipaksa. “Pernah juga ada yang tenggelam kapal motornya. Untungnya saja nelayannya dapat diselamatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada saat angin kembali normal, mereka akan berpindah ke perairan yang lebih jauh. Karena, sambung dia, setelah musim agin selatan ini, kondisi angin dan gelombang akan kembali normal. “Paling dua atau tiga bulan lagi kembali normal. Mudah-mudahan kami dapat kembali melaut diperairan yang agak jauh,” tutupnya. (*)

Berita Terkait