Embaloh Hulu Penderita Terbanyak

Embaloh Hulu Penderita Terbanyak

  Sabtu, 8 Oktober 2016 11:05

Berita Terkait

Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah

SELIMBAU – Khusus untuk penyakit filariasis atau kaki gajah, diakui Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, jika di Kapuas Hulu ini terdapat 34 penderita. Jumlah tersebut, menurut dia, tersebar di Kecamatan Puring Kencana (satu orang), Kecamatan Batang Lupar (3 orang), Kecamatan Embaloh Hulu (28 orang), dan masing-masing 1 orang di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan.

Data tersebut disampaikan Bupati, Rabu (6/10) lalu, dalam pencanangan Bulan Eliminasi Penyakit Filariasis atau Penyakit Kaki Gajah (Belkaga) di Kecamatan Selimbau. Pencanangan Belkaga ini bersamaan dengan pencanangan Bhayangkara KB Kesehatan dan PKK KB Kesehatan. Pencanangan ini ditandai dengan pemukulan gong dan minum obat pencegahan penyakit filariasis bersama-sama.

Pelaksanaan Belkaga, kata dia akan dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut, mulai 2016 sampai tahun 2020. Program yang akan dilaksanakan mereka tersebut, dimaksudkan untuk memutus mata rantai penularan penyakit kaki gajah, dengan cara pemberian obat pencegah massal filariasis. Kemudian, dia menambahkan, bagaimana mencegah dan membatasi kecacatan melalui penatalaksanaan kasus klinis penyakit kaki gajah, memperkuat surveilens (pelacakan kasus).

“Yang paling penting pengendalian vektor (binatang perantara/ nyamuk) secara terpadu,” paparnya.

Cakupan pemberian obat pencegahan massal penyakit ini diharapkan dia lebih dari 85 persen dari seluruh jumlah penduduk, sebagai persyaratan suksesnya upaya eliminasi penyakit tersebut. “Saya berharap seluruh masyarakat Kapuas Hulu diberi obat pencegah filariasis,” kata Bupati dua periode ini.

Ada pun yang menjadi sasaran pemberian obat pencegah massal (POPM) Filariasis, sambung Nasir lagi, adalah penduduk berusia 2 tahun sampai 70 tahun. Obat  dibagikan mereka secara gratis langsung kepada masyarakat oleh petugas kesehatan dan kader-kader kesehatan. “Datangi pos-pos terdekat, jangan sampai tak mengikuti program ini. Gratis, jadi tidak ada alasan tidak datang,” tegasnya.

Di kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan jika Kapuas Hulu masih dihadapkan pada beberapa masalah kesehatan, antara lain masih tingginya angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB), masih tingginya balita yang menderita gizi kurang, dan masih tingginya  penyakit-penyakit infeksi menular. Di sisi lain, tak dipungkiri dia juga jika penyakit tidak menular turut meningkat. “Masalah ini mesti segera ditangani dengan baik,” kata dia.

Untuk menekan AKI dan AKB serta menekan kasus balita gizi kurang, Bupati mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan  ibu hamil. Masyarakat diminta untuk mempersiapkan proses persalinan dengan sebaik-baiknya, serta memperhatikan asupan gizi para ibu hamil (bumil). Caranya, menurut dia, dengan melalui  pola makan yang lebih baik pada bumil dan balita. “Ibu hamil dan balita mesti terus menerus mengunjungi posyandu,” ungkapnya.

Tujuannya kata Nasir, agar termonitor keadaan kesehatan para bumil dan balita oleh petugas kesehatan. Di samping kunjungan ke posyandu, masyarakat menurut dia, juga dapat memeriksakan kesehatan kehamilan dan balitanya di fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan oleh pemerintah setempat melalui poskesdes, puskesmas, atau pun rumah sakit.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menekankan pentingnya peran aktif pengurus PKK. Mereka, baik di kabupatan dan kecamatan sampai tingkat desa, diminta dia untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kapuas Hulu. “PKK kabupaten, kecamatan, sampai ke Desa memang telah melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu. Ini mesti terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tutur Nasir.

Untuk penyakit tidak menular (PTM)  yang meningkat di masyarakat, diungkapkan dia, antara lain penyakit jantung dan kardiovaskuler, diabetes mellitus (kencing manis), penyakit kanker, dan lain-lain. Penyakit jantung dan stroke, ditegaskan dia, menjadi penyebab kamatian tertinggi di Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk itu Bupati mengingatkan masyarakat untuk memperbaiki pola hidup ke arah yang lebih sehat. Masyarakat diminta dia untuk rajin berolahraga, menghindari stres, dan memperbaiki pola makan. Masyarakat juga diharapkan dia untuk mengurangi konsumsi karbohidrat, mengurangi daging merah, banyak makan ikan terutama untuk balita. “Kapuas Hulu ini banyak menghasilkan ikan. Ikan sangat bagus bagi kesehatan. Selain itu juga memperbanyak makan sayur dan buah-buahan,” saran politisi PPP ini. (aan)

 

Berita Terkait