Eleminasi Anjing Tangkal Rabies

Eleminasi Anjing Tangkal Rabies

  Selasa, 2 Agustus 2016 10:00
Ilustrasi

Berita Terkait

PEMERINTAH kabupaten Sintang belum menjadikan eliminasi anjing sebagai kebijakan utama dalam menangani kasus rabies. Pemkab lebih memprioritaskan vaksin kepada anjing. Demikian kata Bupati Sintang Jarot Winarno, Senin (1/8).

 
Menurut Jarot kini kesadaran masyarakat sudah tinggi memvaksin anjing. Pemerintah memang mengimbau masyarakat jika mempunyai anjing bisa menghubungi Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan untuk mendapatkan vaksin anjing.

Karena itu, menurut Jarot,  pemkab menilai belum perlu eliminasi anjing diberlakukan. Kecuali keadaan mendesak. Pasalnya, masyarakat sudah banyak melakukan eliminasi anjing peliharaannya. Proses eliminasi telah berjalan sejak 2015.

Jarot menambahkan kalau dalam penanganan rabies sangat serius. Apalagi telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). "Hari ini (kemarin Senin), saya mengumpulkan Camat untuk membahas penanganan rabies," kata Jarot.

Sementara mengenai kekosongan vaksin buat manusia dalam penanganan rabies, Jarot tidak menampik. Karena itu, pemkab terus berkoordinasi supaya stok dapat diperoleh.  

Jarot menambahkan pemkab kini mengambil kebijakan tiap korban terkena rabies dapat divaksin disegala unit kesehatan. Bahkan langsung ke dinas kesehatan sekalipun. "Stok ada cuma jumlahnya sangat terbatas," kata Jarot.

Adapun kasus  gigitan anjing terbaru yakni pada Sabtu (30/1) di Sepauk. Korban kini sudah menjalani perawatan. Sementara berdasar data dinas kesehatan,  sejak Januari-Juli 2016 sudah terjadi gigitan anjing kepada manusia sudah 179 kasus. Tiga kasus diantaranya menyebabkan korban meninggal.

Terpisah,  Fraksi Nasdem melalui juru bicaranya Florensius Roni, mendorong pemkab   menangani kasus rabies supaya tidak menjadi  ancaman ditengah masyarakat Sintang.

“Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait untuk dapat segera menangani kasus rabies sehingga tidak menimbulkan banyak korban,”katanya. (stm)

Berita Terkait