Elektabilitas Ahok Usai Jadi Tersangka?

Elektabilitas Ahok Usai Jadi Tersangka?

  Kamis, 17 November 2016 15:43
FOTO JAWA POS

Berita Terkait

STATUS tersangka yang disandang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena diduga menistakan agama, diprediksi akan mempengaruhi elektabilitasnya dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Bahkan, menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, tren penurunan sudah terlihat sebelum status tersebut diberikan.

"Trend pergerakan elektibilitas terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bukan tidak mungkin, yang selama ini hasil survei Ahok merajai, disalip dan ditenggelamkan oleh kontestan lain," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (17/11).

Dia juga berpendapat, bisa saja pendukung Ahok bakal beralih ke calon gubernur lain. "Kecuali pendukung yang loyal, ada kemungkinan tetap mendukung Ahok," sebut dia.

Karenanya, Direktur Eksekutif Voxpol Center itu menyarankan agar partai pendukung dan tim sukses termasuk relawan, harus bekerja keras lagi untuk memenangkan Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat.

"Tidak mulus bagi Ahok kembali menjadi gubernur, dibutuhkan kemahiran, dan kelihaian mengayun empati dan intuisi masyarakat," sebut Pangi.

Apalagi, kini penolakan terhadap Ahok semakin deras. Tampak saat beberapa kali dia melakukan blusukan dalam tahap kampanye. "Ruang gerak Ahok juga terkunci. Ini jelas bisa merobohkan bangunan vote getter Ahok," pungkasnya.

Sementara pada saat yang sama, lanjut Pangi, kontestan lain tengah menangguk keuntungan dari status baru Ahok itu. 

PESAN MEGAWATI

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum. Di mana setiap warga memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

"Karena itu terkait penetapan status tersangka terhadap Bapak Basuki Tjahaja Purnama, PDIP menjadikan peristiwa tersebut untuk menghormati proses hukum," ujar Mega di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Kamis (17/11).

Bagi PDIP kata Mega, Pilkada merupakan pesta demokrasi yang selayaknya berjalan secara aman, sehat dan demokratis dalam memilih pasangan calon kepala daerah terbaik pilihan rakyat.

"Pilkada kali ini digelar di 101 daerah, Indonesia tidak hanya Jakarta. Makna pilkada di setiap daerah sama bagi PDIP. Karena itu kami menyiapkan calon yang terbaik di setiap daerah," tutur Mega usai memimpin rapat konsolidasi dalam rangka menyukseskan dan memenangkan pilkda serentak 2017.

Menurut Mega, dalam rapat kali ini DPP mengumpulkan seluruh pengurus DPD‎, agar mendapat arahan yang yang sama dan bergerak dalam satu arah dengan berlandaskan semangat gotong royong, bahu membahu menciptakan suasana politik yang aman, damai.

"Kader PDIP di seluruh Indonesia diminta tenang, menjaga diri dan ikut serta mendukung terciptanya situasi damai dan aman di seluruh wilayah yang sedang menyelenggarakan pilkada," tandas Mega.(dna/gir/jpnn/JPG)

Berita Terkait