Ekspor Kalbar Anjlok

Ekspor Kalbar Anjlok

  Kamis, 5 November 2015 15:10
EKSPOR MENURUN: Petani saat menyadap karet. Meski menjadi salah satu komoditas dominan namun ekspor karet di Kalimantan Barat menurun

Berita Terkait

PONTIANAK – Perdagangan luar negeri Kalbar terus menunjukan fenomena berbahaya. Dalam beberapa bulan terakhir nilai ekspor provinsi ini terus melorot. Sementara impor meningkat drastis. Data terakhir Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar mencatat, Kalbar mengalami defisit neraca perdagangan hingga minus USD49,45 juta, hanya untuk bulan September saja. Ekspor Kalbar bahkan tak sampai separo dari impornya USD94,58 juta.

“Nilai ekspor Kalbar pada bulan September 2015 mencapai USD45,13 juta mengalami penurunan sebesar 13,46 persen dibanding bulan Agustus 2015 yaitu dari USD52,15 juta turun menjadi USD 45,13 juta,” ujar Kepala BPS Kalbar kepada Pontianak Post, kemarin.Ekspor Kalbar pun masih didominasi komoditas itu-itu saja. Pada bulanSeptember 2015 didominasi oleh Karet dan barang dari karet, Kayu barang dari kayu dan Lemak & Minyak Hewan/ Nabati. Ketiga golongan barang ini menyumbang sebesar 90,77 persen dari total nilai ekspor. Ekspor mineral bauksit sudah terhenti sejak tahun lalu karena industrialiasasi, walaupun barang turunannya belum juga menunjukan angka ekspor yang signifikan.

Ekspor Kalbar ke negara Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan dan merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalbar terbesar pada bulan September 2015, yaitu masing-masing sebesar USD 11,04 juta, USD10,70 juta dan USD9,04 juta dengan kontribusi sebesar 68,19 persen dari keseluruhan nilai ekspor Kalbar. Tujuan ekspor Kalbar memang masih didominasi negara Asia yaitu dengan kontribusi sebesar 90,68 persen.

Adapun nilai   impor   Kalimantan   Barat September   2015 mencapai   USD94,58 juta   mengalami peningkatan sebesar 75,18 persen  dibanding  nilai  impor Agustus 2015 atau naik dari USD53,99 juta menjadi USD94,58 juta.Tiga golongan barang penyumbang impor terbesar Kalbar pada bulan September 2015  yaitu  Mesin-mesin/  Pesawat  Mekanik,  Mesin/  Peralatan  Listrik dan Bahan Bakar Mineral. Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing sebesar   51,52   persen,   19,39   persen   dan   11,86   persen.   Total   Nilai   impor ketiganya menyumbang sebesar 82,77 persen atau menyumbang USD78,28 juta.

Tiongkok,  Singapura,  dan  Malaysia merupakan  tiga  negara  Asia  pemasok  terbesar  impor Kalbar bulan September 2015 yaitu sebesar USD 89,41 Juta atau 94,53 persen dari keseluruhan nilai impor Kalbar. Sebagian  besar  impor Kalimantan  Barat berasal  dari  Asia  yaitu  sebesar  USD93,33 juta  atau sekitar 98,68 persen,  sedangkan  kontribusi  nilai impor berasal  dari negara  tujuan  utama lainnya (Amerika  Serikat  dan  Jerman) sebesar 1,19 persen serta 0,12 persen berasal  dari negara lainnya. (ars)

Berita Terkait