Eksplorasi Tantangan dengan Melukis di Blackboard

Eksplorasi Tantangan dengan Melukis di Blackboard

  Senin, 19 September 2016 09:30
EKSPERIMEN: Pelukis Akhmad Yoni Rizal menunjukkan karya lukisan wajah di papan, bukan kanvas.

Berita Terkait

Inovasi sering lahir dari produk kerajinan tangan (handmade). Inovasi diharapkan mampu mendongkrak minat penikmat. Pelukis Akhmad Yoni Rizal, misalnya. Seniman asli Kota Giri itu mengaku jenuh dengan kanvas sebagai media lukis. Yoni kini memanfaatkan talenan dan blackboard. Tinta dan cat tidak lagi tumpah pada media yang sudah umum digunakan. ”Saya sengaja explore media lukis supaya menumbuhkan mood dalam berkarya,” terang alumnus seni lukis Unesa itu. Yoni terpikir melukis di black board yang sering dipakai di kafe sebagai hiasan.

Papan tulis hitam itu dijadikan sebagai media lukis potret. Ada kombinasi menarik dengan lettering (seni menggambar huruf ). Menurut Yoni, dalam eksperimen, dirinya menemukan jenis cat yang tepat untuk menggambar di atas blackboard. Yakni, cat kayu dicampur air atau tiner. Sebab, dalam satu hingga dua kali sapuan, warna catnya sudah terlihat. Kalau yang dicampur tiner malah dua kali sapuan sudah tebal dan mengilap. ”Tapi, keringnya lebih lama,” terangnya. Lukis potret dengan warna hitam putih mengesankan sisi vintage yang unik. Tekstur lukisan sengaja dibuat cukup kasar agar tampak sebagai lukisan sebenarnya.

Selain di blackboard, Yoni melukis di atas talenan berukur an 33 x 17 sentimeter. Alatnya, antara lain, cat akrilik, bolpoin, spidol, dan pensil. Jika kesalahan sketsa pada blackboard bisa mudah diblok dengan cat hitam, tidak demiki an halnya pada talenan. Salah gores sedikit bisa menghan curkan konsep awal lukisan. Goresan harus tegas dan akurat. ”Selain kompetitornya masih sedikit, lukisan di talenan dan blackboard digemari beberapa orang sebagai alternatif gift,” tutur lelaki yang juga menggemari action figure itu. (hay/c10/roz)

Berita Terkait