Eksotisme dari Ketinggian Bukit Bidadari Sukadana , Jangan Mengambil Apapun di Sana Kecuali Gambar

Eksotisme dari Ketinggian Bukit Bidadari Sukadana , Jangan Mengambil Apapun di Sana Kecuali Gambar

  Selasa, 23 February 2016 10:22
LUBUK BAJI: Air terjun Lubuk Baji di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, merupakan salah satu destinasi wisata tersembunyi yang dimiliki Kabupaten Kayong Utara. DANANG PARSETYO/PONTIANAK POST

Melirik Negeri Bertuah memang tidak dipungkiri, memiliki berbagai keindahan alamnya. Seperti halnya di Lubuk Baji dan Bukit Batu Bulan di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana. Dengan kawasan hutan lindungnya serta sumber mata air yang begitu melimpah, keindahan itu tentunya mampu menyedot perhatian bagi para pendaki DANANG PRASETYO, Sukadana

LUBUK Baji dan Batu Bulan, itulah tujuan kami. Sabtu (20/2) lalu beserta penggiat wisata alam Exsplore Kayong Utara, kami berangkat menuju ke sana. Dengan menggunakan sepeda motor, dari pusat ibu kota menuju Desa Sedahan Jaya, kurang lebih ditempuh selama 20 menit untuk menuju desa yang terkenal dengan daerah lubuk padinya ini.Setiba pintu gerbang Lubuk Baji, rombongan kami yang terdiri dari 20 orang, melakukan pendakian terlebih dahulu. Kami mengecek perlengkapan kami serta berdoa sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 16.00 WIB, kami memulai pendakian setelah tiba di Dusun Bagasing.

Pendakian pun dimulai. Di tengah perjalanan yang awalnya cuaca cukup mendukung untuk mendaki, ternyata sesaat berubah drastis menjadi gelap dan hujan pun turun disertai petir. Mau tidak mau kami pun harus tetap melanjutkan pendakian walau harus menerobos derasnya hujan dan dinginnya sore itu. Belum lagi medan yang kami lewati cukup memacu adrenalin. Selain jalan yang licin, juga terdapat jalan yang jaraknya tidak jauh dari jurang. Ya, walau tidak begitu curam, namun dengan hujan yang cukup deras, kami semua harus tetap menjaga keselamatan saat melakukan pendakian saat itu.

Saat melakukan pendakian, kami sempat beberapa kali berhenti untuk kembali memulihkan stamina saat itu. Selain itu, pemberhentian tersebut juga untuk menegecek semua pendaki yang berada dalam regu.Kami harus mendaki Lubuk Baji dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer. Dalam perjalanan pendakian, kami begitu terbantu dengan penunjuk jalan yang terbuat dari patok kayu. Setiap 100 meter, kami tetap akan menemukan satu patok. Terhitung, dimulai dari bawah hingga ke Lubuk Baji, terdapat 20 patok. Sedangkan dari Lubuk Baji ke Batu Bulan akan menemukan sebanyak 18 patok kayu. Hal ini tentunya begitu membantu kami saat melakukan pendakian.

Tepat pukul 17.00 WIB, kami tiba di Lubuk Baji. Di sana kami menginap satu malam di kamp yang memang telah tersedia. Dalam perjalanan para pendaki akan menikmati keindahan air terjun Lubuk Baji, yang terdapat tiga titik. Batu Pahat, Lubuk Begkik, kemudian Terjun Lubuk Baji.Keesokan harinya, kami kembali memulai pendakian, guna melirik keindahan panorama alam Batu Bulan atau kawasan Bukit Batu Bulan, salah satu bukit batu yang berdampingan dengan Bukit Bidadari. Destinasi yang satu ini jaraknya tidak begitu jauh antara Lubuk Baji dan Batu Bulan. Dari Batu Bulan yang juga berada di punggung Bukit Bidadari tersebut, kawasan pertanian masyarakat Desa Sedahan yang terdiri dari masyarakat Melayu dan masyarakat pendatang dari Bali, serta beberapa pertanian masyarakat di Sukadana, terlihat begitu indah, keindahan dari atas sini juga ditambah dengan pemandangan akan laut yang sedemikian luas. 

Seperti Lubuk Baji merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung yang terdapat di dua desa, Sedahan dan Pampang Harapan, maka sampai saat ini wilayah Lubuk Baji belum diketahui persis luasannya. Namun dengan keeksoktikan panorama alam dan keindahan pesona alam dan keanekaragaman hayati dan satwa di sana, menjadi salah satu daya tarik wilayah ini. Saat kami dalam perjalanan, kami menjumpai berbagai tumbuh-tumbuhan serta pepohonan besar. Selain itu, suara burung enggang sempat juga terdengar.

Pendakian pun telah usai, Minggu(21/2) kami semua kembali turun dengan melewati rute yang sama. Tidak lupa untuk berhenti di dua air terjun yang ada. Salah satunya, air terjun Lubuk Baji. Di sana kami semua melepas lelah dengan menikamati keindahan alam yang ada.Salah satu anggota Explore Kayong Utara, Juni Ardi Sintano, menjelaskan jika kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di mereka. Tujuannya, dikatakan dia, untuk dapat saling menjaga kelestarian alam hayati di sana. Karena, ditegaskan dia, jika ini semua merupakan kekayaan alam yang memang harus dijaga. Terlebih kawasan tersebut, menurut dia, merupakan kawasan hutan lindung.

“Di sana kami juga memungut sampah yang ada di sepanjang pendakian kami. Karena sangat disayangkan, jika daerah tersebut cukup banyak terdapat sampah yang berserakan. Untuk itu kami semua berpesan kepada para pedaki di mana pun itu, agar tidak meninggalkan apapun selain tapak kaki. Jangan mengambil apapun selain gambar, dan jangan bunuh apapun selain waktu,” pesannya. (*)