Ekosistem Rusak Warga Mengancam

Ekosistem Rusak Warga Mengancam

  Selasa, 23 Agustus 2016 09:10
MERANA: Gerusan galian C yang terus menerus menerus di punggung bukit di Kaliasin, Singkawang Selatan membikin merana lingkungan. Warga pun mengeluhkan kegiatan yang tak kunjung berhenti itu.

Berita Terkait

SINGKAWANG--Ratusan warga Kaliasin meminta pemerintah daerah bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan karena aktivitas Galian C di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Harusan hektar lahan galian C yang terletak di pemukinan rumah penduduk rusak parah. Namun hingga sekarang kerusakan lahan tersebut tidak kunjung diperhatikan. Bahkan aktivitas galian C tetap dilaksanakan tanpa memperhatikan dampak lingkungan sekitar.

“Kami minta pejabat pemerintah terkait beranggungjawab dengan kerusakan lahan dan ekosistem yang berada di Bukit Kaliasin. Akibatnya aliran sungai menjadi tersumbat dan warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ucap Rudi Harjana, Ahad lalu (21/8) kepada media ini.

Dia mengatakan kerusakan lingkungan karena tidak adanya pengelolaan secara terpadu oleh pengusaha Galian C tersebut. Ini membuat keresahan dalam lingkungan masyarakat Kaliasin di tingkat RT/RW Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Ia menegaskan dampak lingkungan yang disebabkan oleh galian c tersebut tidak sesesuai dengan peraturan yang berlaku. Sehingga dibutuhkan pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan Galian C di Kaliansin dan sekitarnya.

 “Galian C maupun Pertambangan emas tanpan izin ini sangat merusak lingkungan. Bahkan membuat kerusakan ekosistem lingkungan. Hal ini saya minta kepada pejabat terkait agar segera menuntaskan permasalahan yang terjadi antara warga Kaliasin dan pengusaha Galian C,”  tegas mantan penerjun bebas/freefall penyelam scuba melihat kerusakan ekosistem di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Di tempat terpisah tokoh masyarakat Kaliasin Wendy melanjutkan sudah bertahun-tahun aktivitas galian C dilakukan di sekitar pemukiman rumah penduduk. Akibatnya ratusan hektar lahan mengalami kerusakan lingkungan dan menyumbat saluran sungai yang dibutuhkan masyarakat Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

“Sudah belasan kali kami melakukan demo untuk menutup galian c di Bukit Kaliasin. Tapi aktivitas galian c tetap dilaksanakan tanpa memperhatikan dampak kerusakan lingkungan,” tukasnya memperlihatkan kerusakan lingkungan.

Dia menyatakan beberbagai upaya sudah dilakukan masyarakat Kaliasin untuk menuntut haknya dalam menjaga kerusakan lingkungan. Namun pejabat pemerintah terkait maupun pihak pengusaha Galian C tidak memperdulikan sama-sekali keluhan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahkan upaya yang dilakukan oleh warga Kaliasin guna  mempertahankan kelestarian lingkungan tidak ditanggapi oleh aparat penegak hukum yang berada di Kota Singkawang. Hal ini membuat warga Kaliasin tidak percaya terhadap kebijakan pemerintahan yang berada di Kota Singkawang.

 “Selama ini kami sudah berupaya meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah. Surat dan tandatangan dari warga Kaliasin sudah kami tembuskan kepada pejabat pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Namun sampai saat ini keluhan masyarakat Kaliasin tidak pernah ditanggapi dengan baik,” tutup Wendy yang juga warga Kaliasin di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. (irn)

Berita Terkait