Ekonomi Lesu, Permintaan Kue Keranjang Turun Drastis, Tahun Lalu Pesanan Capai 1 Ton, Kini Tinggal 500 Kilogram

Ekonomi Lesu, Permintaan Kue Keranjang Turun Drastis, Tahun Lalu Pesanan Capai 1 Ton, Kini Tinggal 500 Kilogram

  Jumat, 5 February 2016 08:29
KUE KERANJANG: Helius menunjukan puluhan kue keranjang buatannya yang siap di kirim ke berbagai daerah di Kalbar, termasuk ke Jakarta. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Anjloknya harga karet, sawit dan biji emas berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Dan itu dirasakan para pembuat kue keranjang, pada perayaan imlek 2567 ini omset mereka turun drastis. Lebih separoh pesanan terpangkas. Mustaan, Kapuas Hulu

BAHKAN permintaan terhadap kue yang menjadi makanan khas masyarakat tionghoa di saat perayaan imlek mengalami penurunan yang sangat signifikan dari perayaan imlek tahun lalu.Pada perayaan imlek 2566 tahun 2015 lalu, permintaan kue keranjang mencapai satu ton lebih, tapi pada tahun 2016 menurun menjadi 500 kilogram. Menurunnya permintaan kue keranjang dirasakan oleh pembuat Kue Keranjang Aliyat yakni Helius warga Jalan Ngurah Rai kelurahan Putussibau Kota. Dia setiap tahun memproduksi kue keranjang untuk dijual ke beberapa daerah termasuk ke Jakarta.

Menurut Helius, penurunan permintaan kue keranjang ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya perekonomian masyarakat yang sedang sulit dan banyaknya kue keranjang yang dari luar Putussibau seperti Pontianak dan Singkawang dijual di Kapuas Hulu."Dulu harga kue keranjang kami jual Rp 20 ribu perkilo, sekarang naik menjadi Rp 50 ribu perkilog, karena bahan bakunya juga naik,"ungkapnya.

Pria yang sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai pembuat kue keranjang pada perayaan imlek ini mengaku, kue keranjang yang diproduksinya tidak dijual eceran. Tetapi tergantung dari pesanan konsumen. Kue keranjang yang diproduksinya biasanya dibawa oleh para pembeli sebagai oleh-oleh untuk keluarganya yang berada di pulau jawa karena memiliki rasa yang khas dan keasliannya dijamin.

Helius mengatakan, bagi masyarakat tiong hua kue keranjang  membawa rejeki, jadi dalam perayaan imlek wajib ada di rumah-rumah.

“Orang kalau sudah merasa kue keranjang inikan, mereka tak mau beli ketempat lain. Kue keranjang yang kami buat punya ciri khas tersendiri," katanya.Perbedaan kue kranjang yang diproduksinya dengan yang diproduksi orang lain ada pada keharuman kue yang khas.

Keharuman yang khas itu dikarenakan wadah kue keranjang terbuat dari daun pisang, sementara sekarang ini banyak pembuat kue keranjang menggunakan plastik. "Kami juga membuat dodol ketan hitam, dodol timun,” jelasnya. Modal membuat kue keranjang sekali adon kurang lebih Rp 600-700 ribuan dengan hasil kue keranjangnya bisa mencapai 70 kilogram dengan tingkat kegagalannya kecil.

Helius tidak hanya pada perayaan imlek ia membuat kue keranjang, pada perayaan idul fitri juga ada konsumen yang membeli kue keranjang. Bahkan dalam setiap idul fitri mampu menjual sekitar 300 kilog kue keranjang."Saya pernah rugi buat kue keranjang karena warnanya tidak merah, orang tidak mau membeli walaupun rasanya sama enak. Kalau warnanya sudah pucat orang tak mau," tuturnya. Dijelaskan,  membutuhkan waktu berhari-hari membuat kue keranjang.

“Untuk pengapiannya kami menggunakan kayu bakar untuk mengukus. Satu hari mampu memproduksi 70 kilo kue keranjang," jelasnya.Berat kue keranjang bervariasi mulai dari 6 ons sampai 1.5 kilogram.“Membuat kue keranjang sulit saat mengadon adonannya, gula yang digunakan tidak boleh mengandung zat kimia,” katanya.Karena akan mempengaruhi warna kue keranjang. "Kalau pakai gula pasir Malaysia, warna kue pucat tidak merah. Yang sulit lagi itu menyusun wadah gunakan daun pisang. Kalau tidak pandai biasanya bocor,"terangnya. Mitos dalam membuat kue keranjang, jika ada salah satu kue keranjang yang lain dari kue yang lain, itu sebagai tanda akan ada keluarga yang meninggal dunia atau terkena masalah.

 “Misalnya, semua kue bewarna merah, hanya satu yang warna putih padahal adonan sama,” ungkap Helius. Tidak semua orang memiliki keahlian membuat kue keranjang, jangankan mengadon adonan, menyusun daun pisang yang dijadikan sebagai tempatnya banyak yang tidak tau caranya agar tidak bocor.  Kue keranjang tak menggunakan pengawet, tapi ketahanannya bisa sampai satu tahun. (*)

Berita Terkait