Ekonomi Kota Lumpuh, Kawasan Pasar Sepi

Ekonomi Kota Lumpuh, Kawasan Pasar Sepi

  Selasa, 9 February 2016 09:49
SEMARAK: Malam imlek di Sungai Pinyuh, kabupaten Mempawah lebih semarak. Sun Go Kong, si raja kera menjadi primadona sesuai dengan tahun Monyet Api, Imlek 2567 saat ini. Sedangkan di Singkawang, pesta Imlek dimulai di stadion Kridasana dengan aktraksi Naga dan Barongsai. WAHYU/FAHROZY PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG- Hari pertama Imlek 2567, Senin (8/2) di Kota Singkawang, tempat usaha di kawasan pertokoan di kota ini terlihat sepi karena pemiliknya merayakan hari raya ini. Seperti di kawasan Diponegoro, Sejahtera, Setia Budi, Budi Utomo dan beberapa area lain. Hampir mayoritas, sejak pagi hari tempat usaha yang biasanya ramai, terlihat sepi. Pemilik toko menutup rapat-rapat pintu usahanya.

Perekonomian pun terlihat lumpuh. Hal ini terlihat karena tak ada transaksi di pasar-pasar yang penjajanya didominasi warga Tionghoa.Dampaknya, jalanan yang adapun terlihat lengang. Tempat-tempat yang biasanya dijadikan area parkir pun kosong. Hanya beberapa ruko yang terbuka pintunya. Itupun, pemiliknya tak menjajakan barang-barang dagangnya. Dalam arti hanya buka untuk kebutuhan menyambut tamu-tamu yang datang. 

Tak hanya di kawasan pertokoan, tempat usaha di beberapa wilayah di Singkawang juga menutup usahanya. Seperti di kawasan kelurahan Pasiran, minimarket maupun tempat perbelanjaan yang ada juga tutup. Warga pun terlihat saling kunjung mengunjungi. Kemudian diantaranya ada yang menggelar open house.Seperti dilakukan Tjhai Chui Mie, Anggota DPRD Kota Singkawang melaksanakan open house, dan akan menerima tamu pada Selasa (9/2). Hal sama juga digelar Sumberanto Tjitra, Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang. Dirinya juga akan menggelar open house pada Selasa (9/2).

Di hari pertama Imlek. Menjadi kebiasaan, akan dimanfaatkan sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya. Kemudian dihari berikutnya, dipakai untuk menerima tamu atau bersilaturahmi dengan tetangga, kerabat, rekan serta warga lain yang merayakan Imlek.Diakui warga yang merayakan, A Jun. Memanfaatkan hari pertama Imlek untuk berkumpul bersama anggota keluarga, mengunjungi anggota keluarga yang dituakan.

Diantaranya juga mendatangi pekong atau kelenteng untuk melaksanakan ibadah di hari pertama Imlek.“Biasanya kalau di hari pertama Imlek, kita berkumpul dengan keluarga. Kemudian melakukan ibadah di toa pekong," kata A Jun. Ibadah yang dilakukan, biasanya dilakukan pada pagi hari, untuk meminta keberkahan bagi diri serta keluarganya di tahun monyet ini.

 

Ajang Silaturahmi

Ajang silaturahmi juga digunakan warga saat Imlek. Pagi hari, beberapa anak-anak di kawasan pasar terlihat menggerombol dan memainkan kembang api. Sementara, memasuki siang terlihat beberapa keluarga tionghoa saling berkunjung ke sesama keluarga di dalam kota Singkawang.‘’Ya sama juga dengan lebaran. Kita juga saling kunjung mengunjungi keluarga. Terutama keluar yang atas. Yang muda kepada yang tua,’’ ujar A Jun lagi.

Di keluarganya sendiri, malam Imlek sama dengan keluarga tionghoa lainnya. Mereka melakukan ciak toa kai, kemudian bersama berangkat ke kelenteng dan mengikuti ritual menyambut tahun baru Imlek.‘’Seluruhnya diajak ke kelenteng. Berharap tahun yang berjalan ini akan menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Juga perekonomian dan kesejahteraan, tentu diharapkan lebih baik lagi di masa depan,’’ ujarnya lagi. (fah)

Berita Terkait