EKONOMI Harga Tak Stabil

EKONOMI Harga Tak Stabil

  Senin, 23 November 2015 15:32
PASAR IKAN: Pasar ikan Alianyang Singkawang sepi pengunjung. Kondisi ini dialami pedagang ikan sejak enam bulan terakhir.AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SEJUMLAH pedagang daerah mengeluh karena harga ikan tidak stabil dan  daya beli ikan terus merosot dipasaran Kota Singkawang. Sementara ini harga ikan di jual murah antara Rp 15ribu sampai dengan Rp 30 ribu perkilogram. Meskipun harga ikan  murah,  tetap saja pembeli ikan sedikit di pasaran.

"Sekarang harga ikan lagi turun karena pembeli lagi sedikit. Dan hasil tangkapan nelayan juga meningkat," ucap Pedagang Ikan Dekyan (32) Warga Sungai Wie, belum lama ini ditemui Pontianak Post.Dia mengatakan lemahnya daya beli ikan karena penghasilan masyarakat menurun. Serta perputaran ekonomi masyarakat mengalami kerterhambatan. Akibatnya tidak hanya pedagang ikan yang mengeluh. Namun hapir seluruh pedagang juga mengalami hal serupa. Ia menuturkan lemahnya perputaran ekonomi masyarakat karena penghasilan tidak stabil. Seperti hasil pertanian dan perkebunan karet anjlok dipasaran. Sehingga hal tersebut juga menghambat jasa perdagangan di Kota Singkawang.

"Sekarang hasil padi dan karet tidak menjamin kesejahteraan petani. Harga karet dan padi di jual murah  dipasaran. Hasilnya pun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ungkapnya didampingi Pedagang Ikan Efenddy (58) di Pasar Ikan Alianyang Singkawang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Singkawang Hendriyan mengakui sementara ini banyak keluhan pedagang tentang berkurangnya daya beli masyarakat di Pasaran Kota Singkawang.

"Ini karena sistem perekonomian nasional tidak berjalan lancar. Semua kebijakan ekonomi daerah kita kembali pada pemerintah pusat untuk mencarikan solusi terbaik," terangnya belum lama ini saat dihubungi Pontianak Post.Dia menilai bahwa perekonomian masyarakat melemah karena banyak proyek pembangunan pemerintah dalam tahap penyelesaian. Hal tersebut ditambah dengan pertubuhan ekonomi nasional melemah. Sehingga menghambat perputaran ekonomi di tingkat daerah dan nasional.

Ia mengharapkan permasalahan perekonomian di tingkat nasional cepat terselesaikan. Sehingga perputaran ekonomi ditingkat daerah bisa berjalan normal. Serta pengusaha bisa memutar kembali modalnya untuk mempercepat pembangunan daerah maupun nasional."Kita harap masyarakat daerah bisa bersabar, karena kebijakan ekonomi ada pada pemerintah pusat.  Jadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya menantikan permasalahan ekonomi cepat terselesaikan,"  imbuhnya. (irn)

Berita Terkait