Ekonomi , Fokus Pertanian

Ekonomi , Fokus Pertanian

  Kamis, 25 February 2016 08:00
ali nasrun

Berita Terkait

PENGAMAT Ekonomi dari Universitas Tanjungpura Ali Nasrun mengatakan, Kalimantan Barat harus memfokuskan diri pada sektor primer, yakni pertanian. “Potensi ada di kebun, hutan dan tambang,” katanya ditemui saat menjadi pembicara di seminar interaktif yang diadakan AJI Pontianak, Rabu (24/2).

Memusatkan perhatian dan kemudian memodernisasi pertanian dianggap lebih baik daripada memaksakan Kalimantan Barat untuk berpindah ke sektor industri. Sektor pertanian dapat dipertahankan serta dapat lebih produktif. Sehingga pendapatan dan kesejahteraan para petani di daerah dapat ditingkatkan.

            Dia saat ini jangan memaksakan untuk beralih ke dunia industri. Dunia industri seperti masih di awang-awang. Di sektor pertanian dan perkebunan pun Kalbar masih memiliki halangan, seperti baru-baru ini harga karet mentah turun. Namun produksi karet dapat diolah terlebih dahulu, agar memiliki daya jual yang tinggi.

            Selanjutnya Ali mempertanyakan tujuan dari pembangunan Kalimantan Barat itu sendiri. Acap kali pendapatan yang didapat oleh produksi yang dihasilkan di kalbar tidak secara langsung kembali ke Kalbar. Bagaimana daerah meningkatkan pembangunan. Aliran modal tak seimbang yang dialami Kalbar membuat kemajuan ekonomi Kalbar mengalami perlambatan.       

            Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengakui sementara ini pertumbuhan ekonomi Pontianak melambat. Dibuktikan dengan transaksi properti yang melemah, tidak secepat beberapa tahun yang lalu. Selanjutnya para pelaku penjual elektronik dan motor mengakui penjualan menurun. Beberapa hal ini membuktikan daya beli masyarakat melemah walaupun tidak berdampak signifikan.

            Dirinya mengatakan, Kalbar masih harus mencari apa saja potensi terkuat yang dimiliki. Jika dulu hasil kayu dapat ditingkatkan, sekarang mulai beralih ke perkebunan karet dan sawit. Sektor pertanian masih menjadi tumpuan bagi Kalbar untuk mempertahankan stabilitas ekonomi daerah. (mif)

Berita Terkait