Edukasi Tidak Menikah Muda untuk Pelajar di Pedalaman

Edukasi Tidak Menikah Muda untuk Pelajar di Pedalaman

  Minggu, 14 Agustus 2016 16:42
EDUKASI: Anggota DPR RI Komisi IX, Karolin Margret Natasa memberikan materi tentang akibat menikah muda di depan para pelajar Kabupaten Landak. Karolin dan BKKBN komit mengkampanyekan untuk tidak menikah muda kepada seluruh pelajar di Kalbar. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK-Anggota DPR RI Karolin Margret Natasa mengatakan generasi muda perlu diberikan pemahaman agar tidak menikah muda dan tidak menggunakan narkoba. Menurutnya pemahanan itu diberikan karena mengingat sangat penting diberikan. Apalagi untuk generasi muda di daerah pedalaman.

"Mereka berhak mendapat pemahaman ini dengan tujuan untuk masa depannya. Mulai dari tidak menikah muda dan tidak menggunakan narkoba," kata Karolin.
Karena itu dia turun langsung untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda. Hal itu dilakukan karena program ini kerjasama pemerintah melalui BKKBN dan Komisi IX DPR RI.

"Lebih mudah memberikan sosialisasi ini saat digelarnya pentas seni," ujar politisi PDIP ini.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Taruna Rosevelt menilai program kependudukan sangat perlu di Kalbar. Sebagaimana yang disampaikan Kepala BKKBN Surya Dharma Surapati jika Kalbar menjadi daerah tertinggi di Indonesia dalam hal menikah muda.
Karena itu, lanjut dia, pemahaman yang diberikan ini berguna bagi generasi muda termasuk mereka yang ada di pedalaman. Dan dia berharap generasi muda yang ikut pemahaman bisa paham dalam merencanakan masa depan yang berkualitas.

"Tentunya dengan kerjasama dengan Komisi IX bisa membantu mensukseskan program BKKBN," kata Taruna.

Sementara itu sosialisasi agar tidak menikah muda dan tidak menggunakan narkoba diikuti 400 pelajar di kawasan Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak.

Para pelajar yang ikut mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Mereka antusias mengenai pemaparan tentang kependudukan ini. Tarian khas dayak, membawakan lagu hingga pembacaan puisi ikut meramaikan sosialisasi ini.

Salah seorang pelajar, Evi merasa senang dengan sosialisasi ini. Apalagi kegiatan serupa jarang dilakukan di Kecamatan Sebangki. "Dengan sosialisasi ini kami paham kapan harus menikah dan tidak mendekati narkoba," tutupnya. (mse)

Berita Terkait