Edukasi Pasar Modal ke Pelosok

Edukasi Pasar Modal ke Pelosok

  Minggu, 7 Agustus 2016 10:37
POTONG PITA: Gubernur Kalbar Cornelis (kanan) saat meresmikan OSO Securities bersama Wakil Ketua MPR RI Osman Sapta Oedang dan Wali Kota Pontianak Sutarmidji, di kantor cabang OSO Securities Jalan Sidas Pontianak, Sabtu (6/8). MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Hindari Investasi Bodong

PONTIANAK – Kota Pontianak kedatangan perusahaan bursa efek baru. OSO Securities kini hadir di Kota Pontianak, dengan harapan dapat merangkul modal dan mengedukasi masyarakat daerah Kalbar pada umumnya, untuk berinvestasi secara aman.

Direktur Utama PT OSO Securities, Hamdriyanto, mengungkapkan bahwa mereka membuka cabang di Pontianak setelah melihat peluang yang ada. “Semua daerah sebetulnya memiliki peluang yang sama. Di daerah yang pelosok sekali pun memiliki banyak uang atau modal. Akan tetapi, para pengusaha dan investor itu tidak tahu harus menginvestasikan uangnya ke mana? Mereka paling normalnya di perbankan atau parahnya mereka terjebak investasi bodong,” katanya usai peresmian kantor cabang OSO Securities Pontianak di Jalan Sidas Pontianak, Sabtu (6/8) siang.

Harapannya, setelah cabang di Pontianak resmi dibuka, masyarakat di daerah ini dapat melek terhadap pasar modal. Pasar modal di Indonesia sendiri, menurutnya, memiliki dua arti. Pertama, disebutkan dia, sebagai fungsi investasi usaha dan investasi pasar bertumbuh. Kemudian yang kedua, dia menambahkan, pasar modal yang berfungsi sebagai sumber permodalan. “Nah, arti kedua ini yang banyak belum diketahui pengusaha dan masyarakat di daerah,” katanya.

Pengusaha di daerah, menurut dia, mesti diedukasi perihal fungsi permodalan. Artinya, dia menjelaskan, setelah perusahaan seseorang itu memperkenalkan diri kepada masyarakat, mereka mendapatkan dana murah dari saham mereka. Harga produksinya pun, dipastikan dia, begitu bersaing. Hal itulah yang ingin dipromosikan dan dikampanyekan mereka ke daerah-daerah, di mana pasar modal sangat bermanfaat bagi perekonomian suatu daerah.

Salah satu tujuan dan misi perusahaan ini, sesuai dengan yang disampaikan Gubernur Kalbar, ditegaskan dia, adalah ingin mengedukasi masyarakat di daerah. Sistem jemput bola dipergunakan mereka sebagai salah satu upaya dengan membuka cabang di seluruh ibu kota provinsi di Indonesia. Setelah itu, dia menambahkan, barulah perusahaan ini dapat membuka cabang di kota/kabupaten. “Contohnya di Jawa timur, OSO Securities sudah memiliki empat cabang. Surabaya, Jember, Malang, dan Kediri. Itu sudah masuk ke kabupaten/kota. Kami harus lebih berani masuk ke daerah,” ujarnya.

Memasuki dunia pasar modal, menurutnya, tidak membutuhkan modal atau uang yang banyak. Hal ini, yang diakui dia, sering disalahartikan oleh banyak orang awam. Dengan menyisihkan sedikit uang, dia mencontohkan, hanya Rp500 ribu dari pendapatan perbulan, sudah bisa membeli saham. “Bukan hanya orang kaya yang bisa,” tandasnya. 

Tidak seperti bunga deposito atau obligasi, modal berapa pun, dipastikan dia, memiliki peluang untung yang sama di pasar modal. Jika seseorang menyimpan uangnya di bank sebesar Rp500 ribu, menurut dia, bunga yang didapat tidak seberapa dibandingkan dengan mereka yang menyimpang hingga ratusan juta rupiah. “Bahkan uang Anda akan berkurang setiap bulannya,” imbuhnya.

Masyarakat diajak dia untuk melihat dan memanfaatkan peluang ini. “Ibu rumah tangga pun dapat berinvestasi di pasar modal, mahasiswa pun sebenarnya bisa,” katanya lagi.

Dalam sambutannya saat peresmian, Gubernur Kalbar Cornelis juga mengajak perusahaan OSO Securities, untuk merangkul dan dapat mengedukasi masyarakat perihal investasi, khususnya saham dan forex. Bukan hanya di Pontianak dan sekitarnya, tetapi juga, diharapkan dia di seluruh daerah di Kalbar. Terlebih, dia begitu prihatin lantaran beberapa kasus penipuan berkedok investasi di daerah sangat marak. “Bahkan ada yang sampai rugi Rp2 miliar,” ungkapnya.

Masyarakat di daerah, diakui dia, sangat tertarik dengan investasi seperti ini. Hanya saja, diakui dia juga bahwa mereka tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk masuk ke dalam dunia investasi. Setelah itu, dia mengungkapkan bagaimana yang terjadi, masyarakat kemudian menginvestasi kepada perusahaan yang tidak memiliki kejelasan. Bahkan, disayangkan dia, perusahaan yang tidak memiliki badan hukum yang jelas sekalipun. “Bahkan fisik perusahaannya saja tidak ada,” katanya.

Perusahaan ini pun diharapkannya dapat menjadi satu jalan pembuka bagi pembangunan ekonomi yang ada di provinsi yang dipimpinnya ini. Semua uang milik pengusaha, diharapkan dia, dapat terus bergerak di Kalbar. Bukannya diinvestasikan di negara lain, dimisalkan dia seperti Singapura, Hongkong, Washington atau Paris. 

Ia pun sangat mengapresiasi OSO Securities untuk membuka cabang keduapuluhnya di Pontianak. “Kita dukung dalam rangka pertumbuhan ekonomi, dari pada uang mereka menganggur tidak menentu,” pungkasnya. (mif)

Berita Terkait