Edi Tewas Ditikam Pria Tak Dikenal

Edi Tewas Ditikam Pria Tak Dikenal

  Senin, 27 June 2016 05:55

Berita Terkait

PONTIANAK-Warga Gang Pagar Alam, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan geger dengan aksi penikaman membabi buta yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal terhadap Edi. Minggu sore, (26/6) pukul 18.00 WIB.  Pria 35 tahun tersebut tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah menerima lima luka tusuk diantaranya dua luka tusuk di dada kiri, satu luka tusuk di bawah dada, satu tusukan di ketiak kiri dan dua tusukan pada punggung.

Pada tangan korban pun terdapat luka diduga akibat usaha korban memegang pisau yang terus ditikam pelaku. Aksi penikaman pun berlanjut, setelah pelaku membantai Edi, pria berbadan kurus yang belum diketahui identitasnya itu pun berusaha menikam seorang wanita yang teriak meminta pertolongan. Yulianti, akhirnya menderita luka pada paha akibat tusukan pisau.

Fatimah, pemilik warung sekaligus saksi mata kejadian mengatakan kejadian itu terjadi disaat warga sedang berbuka puasa. Korban saat itu sedang makan tepat di kursi depan warungnya.

Saat sedang menikmati makanan, lanjut dia, tiba-tiba datang seorang pria menggunakan sepeda motor metik berhenti di depan warung sambil menuduh korban mencuri barangnya. "Pelaku nuduh-nuduh korban curi barang dia, langsung pelaku turun dari motor dan memukul korban," kata, Fatimah.

Fatimah menuturkan menerima pukulan berkali-kali korban pun berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke dalam warung namun terus dikejar pelaku. Korban pun kembali lari ke luar namun terjatuh. "Pas korban jatuh, pelaku pun mengeluarkan pisau dan menikam korban berkali-kali. Saya dan ponakan sempat teriak meminta tolong tapi warga tak ada yang dengar," ungkapnya.

Dia menceritakan teriakan ia dan keponakannya itu membuat pelaku terkejut. Si pria tak dikenal itu pun lalu mengejar ponakannya dan menikamnya di bagian paha. "Saya teriak-teriak, pelaku pun langsung melarikan diri. Sementara, Edi sudah tak bergerak di depan warung," ucapnya.

Fatimah mengatakan setelah pelaku lari barulah warga keluar dan berusaha menyelamatkan korban dengan melarikannya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak dapat diselamatkan. "Anaknya tak pernah buat masalah di kampung ini," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak, AKBP, Iwan Imam Susilo, mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. "Hasil olah TKP dan visum korban ada lima luka tusuk," kata, Iwan.

Iwan menuturkan, dari keterangan saksi, diduga pelaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut. "Pelaku datang pakai motor, helm yang dipakai tidak dibuka saat membunuh korban. Pisau sudah disiapkan," tutur, Iwan.

Iwan menyatakan anggotanya telah melakukan pengumpulan alat bukti dan mendalami identitas pelaku. "Intinya pelaku tidak mau dikenali artinya sudah direncanakan. Saya memastikan anggota saat ini bekerja untuk menangkap pelaku," tegas, Iwan.

Sementara untuk kasus pembunuhan di Gang Alam, Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Iwan mengatakan ketiga pelaku telah berhasil ditangkap.(adg)

Berita Terkait