DWP Memiliki Peranan Strategis

DWP Memiliki Peranan Strategis

  Jumat, 15 April 2016 09:19
FOTO BERSAMA : Pengurus DWP Kapuas Hulu saat foto bersama pagi kemarin. FOTO MUSTA’AN

PUTUSSIBAU—Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai organisasi istri-istri pegawai negeri sipil (PNS) memiliki peranan startegis dalam mendukung kelangsungan dan suksesnnya pembangunan yang dilakukan pemerintah. Untuk itu DWP dituntut lebih meningkatkan peran aktifnya, baik dalam kegiatan pembangunan pemberdayaan wanita maupun dalam memecahkan berbagai permasalahan.

Melalui gerakan-gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ketua DWP Kapuas Hulu periode 2014-2019 Hj. Dahniar M. Sukri mengungkapkan, secara kuantitas, jumlah istri PNS Kapuas Hulu terbilang banyak. Namun sedikit yang siap menyempatkan diri bergabung dengan organisasi DWP ini. Makanya di kepengurusan periode 2014-2019  dia terus memotivasi anggotanya agar aktif.

“Saya terus menghimpun anggota yang belum bisa aktif. Karena istri PNS ini banyak sekali,” terang Dahniar usai acara Pengukuhan 30 pengurus DWP Kabupaten Kapuas Hulu masa bakti 2014-2019 di Aula Setda setempat, Kamis (14/4) oleh Ketua DWP Provinsi Kalbar. Ia mengapresiasi, atas kesadaran anggota DWP di kecamatan yang mulai terlibat aktif dalam berbagai kegiatan saat dirinya menjabat.

Baik pada saat ini maupun pada periode sebelumnya. Dikatakan, DWP  Kapuas Hulu miliki program untuk menghimpun istri-istri PNS yang dari kecamatan, ini sudah berjalan efektif seperti dalam berbagai kegiatan, mereka sudah berani tampil didepan publik, karena sudah mendapat pelatihan, pengembangan kepribadian, sebagai pemimpin Dharma Wanita di Kecamatan,” kata istri dari Sekda.

Dia juga berharap DWP bisa menciptakan kreatifitas, sehingga dibidang ekonomi, DWP ini diajarkan untuk memiliki manajemen perekonomian yang baik, misal penjualan produk olahan, melalui dana bantuan pemerintah.“DWP mesti diberikan pemahaman tentang manajemen pelaporan penggunaan anggaran. Sehingga bisa membuat pelaporan dari bantuan pemerintah dengan baik,” papar Dahniar.

Kemudian dibidang sosial dan budaya, DWP dituntut lebih sensitif terhadap situasi yang berkembang dilingkungan masyarakat, melakukan aksi sosial dengan membantu warga yang butuh pertolongan. “DWP harus peduli terhadap sesama, kami berperan juga dalam memberikan sumbangan,” tuturnya. Tak kalah penting, sebagai organisasi istri PNS punya peranan strategis tingkatkan peran perempuan.

Terutama dalam melakukan pengawasan dan pembinaan pola asuh dan tumbuh kembang anak serta mendukung suami dalam menjalankan tugasnya. Dalam berbagai pertemuan setiap bulan, kata dia ibu-ibu DWP diberi masukan informasi, supaya memotivasi suami agar bekerja dengan baik. Misal tak terlambat datang kekantor dan meningkatkan kesetaraan, menggunakan tas dengan harga sama.

Dia mengaku, kedepan manajemen organisasi DWP lebih diarahkan kepada kaderisasi, sehingga pada periode akan datang lahir pemimpin-pemimpin wanita yang handal menghadapi tantangan yang terus bermunculan. Selain pengukuhan pengurus baru, juga peresmian sekretariat bersama (Sekber) DWP Kapuas Hulu dan pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan kemampuan diri.(aan)