Dwitunggal di Bianconeri

Dwitunggal di Bianconeri

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:52
Fabio Paratici

Berita Terkait

Kalau saja Fabio Paratici tidak mengikuti langkah Giuseppe Marotta ke Juventus Mei 2010 silam, mungkin saja Juventus tetap menjadi tim medioker dan tidak akan pernah menuliskan catatannya di sejarah Italia dengan lima scudetto beruntun.

Keduanya dekat ketika Sampdoria menunjuknya sebagai Kepala Pemandu Bakat 2004 silam. Prestasi pertama keduanya adalah meminjam Simone Inzaghi 2005 meski disana, Inzaghi yang kini menjadi allenatore Lazio hanya bermain lima laga.

Keduanya boleh dibilang dwitunggal proses transfer Juve selama ini. Paratici yang menjabat sebagai Direktur Olahraga bertugas untuk memantau laporan-laporan yang disediakan oleh pemandu bakat, mencocokannya dengan keinginan allenatore, sebelum kemudian menyerahkan daftar pemain incaran kepada Marotta.

Sementara Marotta menjadi ”juru bicara.” Dia tidak hanya bertugas melobi Wakil Presiden Pavel Nedved agar mencairkan dana segar yang dibutuhkan Juve dalam merekrut pemain, dan membujuk pemain agar bersedia bermain dengan membawa kostum Bianconeri, sebutan Juve.

Hasilnya, duet Marotta-Paratici tidak hanya sukses menghadirkan pemain-pemain macam Carlos Tevez, Artudo Vidal, maupun membuat Andrea Pirlo sekali lagi menunjukkan kemampuannya sebagai regista yang mengantar Juve merengkuh empat scudetto dan predikat runner up Liga Champions musim 2014-2015.

Mereka juga bisa membuat klub rival meradang karena kekuatan mereka tereduksi. Setelah sukses mendapatkan gelandang Bosnia-Herzegovina Miralem Pjanic dari AS Roma, giliran Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis yang marah-marah karena Gonzalo Higuain setuju pindah dengan bayaran EUR 90 juta (Rp 1,31 triliun).

”Karena itu, aku beruntung bisa bekerjasama dengan Paratici yang dengan sukses mengatur pemandu bakat,” tutur Marotta memuji Paratici seperti dilansir situs resmi Juve.

Paratici sendiri berkata bahwa mendapatkan pemain laksana mendapat makanan pembuka. Dia harus mencari hidangan awal yang enak, sehingga ketika mereka menikmati menu utamanya, yakni musim baru, mereka bisa menikmatinya dengan puas.

”Higuain sejak awal menjadi makanan pembuka awal kami,” kata Paratici kepada La Gazzetta dello Sport. ”Apalagi, kami juga mencari sosok pengganti dengan hilangnya Alvaro Morata ke Real Madrid,” lanjutnya.

Kedekatan ini pun tidak ingin Marotta tukar dengan apapun. Dia menjadi gusar ketika Paratici didekati oleh Real Madrid Mei lalu.

Dengan kontrak di Turin yang hanya tersisa dua musim lagi, Paratici tentu bisa menganggukan kepala kepada Real. Namun, Goal melansir bahwa Marotta berusaha untuk mempertahankan Paratici dengan mengatakan bahwa dia adalah bagian paling penting dari kesuksesan Juve selama ini.

”Marotta menerangkan Juve membutuhkan sosok yang inovatif. Sehingga dia bisa membuat Paratici bertahan di sana,” ulas Goal. (apu)

Berita Terkait