Durasi Film G30S PKI Dipotong, Kini Jadi 1 Jam

Durasi Film G30S PKI Dipotong, Kini Jadi 1 Jam

  Kamis, 21 September 2017 05:30

Berita Terkait

Perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menggelar nonton bareng atau nonton bersama film G30S PKI langsung ditindaklanjuti anak buahnya.

Di Banda Aceh, nonton bareng itu telah digelar pada Rabu (20/9), dengan pelaksana Koramil Meuraxa. Hanya saja dalam tayangan yang digelar di pelataran parkir bekas lokasi penjualan batu cincin di Ulee Lheu Banda Aceh, penontonnya melihat ada perubahan dalam film yang disutradarai oleh Arifin C Noer tersebut. Dulunya berdurasi 3 jam lebih kini hanya 1 jam.

"Tapi sekarang kok pendek filmnya?" tanya Cut, salah seorang warga yang ikut menonton bersama itu seperti yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group).

Kendati berdurasi pendek, tapi Cut tetap saja merasa merinding. “Merinding juga tadi waktu lihat adegan yang masuk ke rumah jenderal. Musiknya buat merinding,” sambung Cut.

Menurut wanita 32 tahun itu, film G30 S PKI yang diputar kali ini beda sekali dengan yang dia tonton ketika masih kecil. Dulu ketika menonton film itu dirinya sangat ketakutan.

“Seram kan filmnya? Dulu kan ada yang disilet dan berdarah-darah. Tapi sekarang kok pendek filmnya? tanyanya. Film ini aslinya berdurasi 3 jam 37 menit, tapi telah dipangkas hanya sampai 1 jam.

Sementara itu, Sertu Fauzi, Babinsa Ulee Lheu, Koramil Meuraxa, salah satu koordinator Nobar itu mengungkapkna, pemutaran film tersebut memang telah diperintahkan dari atasannya untuk dilaksanakan di setiap Koramil.

“Kalau masalah filmnya dipotong, saya tak tau. Itu (file film) yang kami terima dan atas perintah atasan untuk diputar. Yang penting Nobar sukses dan berharap kepada masyarakat tetap sadar bahwa akan bahayanya PKI,” tukasnya.

Hal senada juga disebutkan Ketua Pemuda Meuraxa, Yayan (40) yang menyatakan, pemutaran film G30S/PKI memang harus dilakukan supaya adanya kesadaran bahayanya pemahaman komunisme. “Saya sengaja membawa anak saya untuk nanti dapat saya terangkan padanya adanya pengkhianatan dilakukan oleh PKI. Semoga kekejaman yang terjadi di tahun 1965 itu tak pernah terulang lagi,” ujarnya.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait