Dugaan Pencabulan, DP Akan Diperiksa Kembali

Dugaan Pencabulan, DP Akan Diperiksa Kembali

  Sabtu, 25 June 2016 10:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Polisi kembali melakukan gelar perkara terhadap kasus pencabulan yang dilakukan pemilik Patria Education, DP terhadap korbannya VS, siswi SMK Negeri Pontianak. Gelar perkara yang dilakukan di Mapolda Kalbar itu menyimpulkan bahwa sang tersangka layak untuk ditahan.

Seperti yang diketahui, pada Kamis, 23 Juni kemarin, DP memenuhi panggilan penyidik Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan.

Selama empat jam proses pemeriksaan, polisi akhirnya berani menyatakan bahwa dosen di salah satu perguruan tinggi di Pontianak itu sebagai tersangka. Namun meski statusnya telah berubah, yang bersangkutan ternyata masih bebas alias tidak ditahan.

Wakil Kepala (Waka) Polresta Pontianak, AKBP Veris Septiansyah kembali menyatakan bahwa DP statusnya telah menjadi tersangka dan hasil gelar perkara di Polda Kalbar hari ini (kemarin) semakin menguatkan tindak pidana yang dilakukannya.

Veris memaparkan, dalam rapat gelar perkara tersebut ada beberapa poin yang menjadi catatan penyidik, sehingga tersangka dianggap layak untuk ditahan. Namun untuk melakukan penahanan, unsur pidananya yakni objektif dan subjektif harus dikuatkan. “Unsur objektivitas ini yang harus benar-benar dikuatkan agar pada saat akan dilakukan penahanan tidak terjadi penolakan,” jelas Veris.

Selain itu, dalam gelar perkara tersebut disimpulkan pula bahwa penyidik kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, saksi dan saksi ahli. “Untuk tersangka, insya Allah Senin depan, 27 Juni akan diperiksa kembali,” ucapnya.

Untuk saksi ahli, mantan Kapolres Sintang itu menambahkan, sejauh ini saksi ahli dari dokter telah dimintai keterangan guna menjelaskan hasil visum. Di samping itu, kepolisian juga berencana untuk meminta keterangan saksi ahli mengenai hipnotherapy. Sebab, DP diketahui sebagai salah seorang ahli hipnotherapy.

Sebelumnya diberitakan, korban mengadukan dugaan pencabulan yang dialaminya ke Polresta Pontianak pada, 30 Mei. Dari keterangan korban terhadap penyidik, perbuatan tidak terpuji itu dilakukan sang oknum dosen pada 20 Mei saat ia sedang magang di kantor bimbingan belajar Patria Education.

Dari pengaduan tersebut polisi pun melakukan penyelidikan dengan melakukan visum terhadap korban, meminta keterangan sejumlah saksi, sehingga akhirnya pengaduan tersebut naik menjadi laporan atau masuk ke tahap penyidikan.

Proses pengungkapan kasus ini berjalan panjang. Polisi pun terus melakukan pengumpulan alat bukti, dimana akhirnya ada 16 Juni polisi mendapatkan hasil visum bahwa pada kemaluan korban terdapat bekas luka benda tumpul.

Berdasarkan alat bukti yang dimiliki, pada 17 Juni dilakukanlah gelar perkara untuk menganalisis dan menyimpulkan hasil penyidikan yang dilakukan. Senin, 20 Juni dilakukan prarekontruksi dan pada Kamis, 23 Juni kemarin setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam, DP pun ditetapkan sebagai tersangka. (adg)

 

Berita Terkait