Dugaan Pemalsuan Tandatangan

Dugaan Pemalsuan Tandatangan

  Selasa, 11 Oktober 2016 08:25

Berita Terkait

SINGKAWANG—DPK PKPI Kota Singkawang angkat bicara terkait pemberitaan indikasi pemalsuan tanda tangan dalam keputusan DPN PKPI nomor 75/DPN PKP IND/IX/2016 tanggal 23 September tentang persetujuan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Singkawang yang ditandatangani  Isran Noor dengan Samuel Samon sebagai Sekretaris Jenderal.

 “Jika terindikasi kami tidak tahu, sah atau tidak sah itu bukan ranah kami, DPK PKPI Kota Singkawang dalam posisi sebagai penerima, dan bukan ranah kami meluruskan persoalan ini,” ungkap Seketaris DPK PKPI Kota Singkawang Luis Bahiyan kepada Pontianak Post Senin (10/10) kemarin.

Bahkan pihaknya sangat terbuka sekali jika memang ada upaya penelusuran terkait tanda tangan yang dibubuhi Ketua DPN PKPI Isran Noor dan Sekjennya Samuel Samson. “Kalau ada upaya itu marilah kita sama-sama kita mengeceknya,” ujar purnawirawan TNI ini. Namun, kata dia, tentunya semua pihak khususnya internal PKPI harus juga mengetahui bahwa DPK PKPI Kota Singkawang tidak memiliki kewenangan itu. Hal ini dikarenakan keputusan dukungan pasangan calon walikota-wakil walikota Singkawang dibuat DPN PKPI di Jakarta.

“Biarlah DPN PKPI Pusat yang mengklarifikasi apakah itu benar ditandatangi ketum dan sekjen atau tidak, karena ini sudah ranah pimpinan partai pusat,” katanya.

Hal lain yang perlu juga diinfokan, kata Luis Bahiyan, saat mendaftarkan diri KPU Singkawang disaksikan Panwaslu Kota Singkawang menerima syarat dukungan PKPI terhadap bakal calon Tjhai Nyit Kim dan Suriadi.

“Kami anggap ini selesai, saya sendiri bersama Ketua DPK PKPI Kota Singkawang Jung Kit Hian SE ikut menandatangani, itu proses sudah dilalui,” katanya.

Sehingga persoalan keabsahan surat itu karena terindikasi palsu tidaknya tanda tangan Ketua DPN PKPI di Jakarta biarlah menjadi ranah KPU Kota Singkawang dan Panwaslu kota Singkawang.

“Silakan dilakukan pengecekan maupun klarifikasi oleh KPU Kota Singkawang maupun Panwaslu kota Singkawang, sah atau tidaknya kami serahkan ke KPU kota Singkawang,” katanya.

Terpisah, Bakal calon Walikota Singkawang, Malika Awang Ishat atau Tjhai Nyit Khim, SH mengatakan terkait dugaan penyimpangan tandatangan Ketua Umum dan Sekjen PKPI pusat diserahkan ke Partai PKPI secara internal.

"Itu urusan partai, kami tidak ikut campur dalam urusan partai, dan itu internal mereka," ujar Tjhai Nyit Khim, SH. Tjhai Nyit  Khim tidak mau terlalu dalam mencampuri internal PKPI, dan dirinya menegaskan secara resmi PKPI mendukung pasangan Tjhai Nyit Khim dan Suriyadi untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Singkawang.‎ (har)

Berita Terkait